Dentuman Terdengar Lagi di Kaki Gunung Beser Sukabumi, Warga: Takut, Pak

Kompas.com - 08/02/2021, 19:40 WIB
Ilustrasi suara dentuman misterius Ilustrasi suara dentuman misterius

KOMPAS.com - Sehabis menjalankan salat Dzuhur, Uyum (70) sedang tiduran. Tiba-tiba, dia dikejutkan oleh dentuman.

Bunyi keras tersebut membuatnya keluar rumah. Tak hanya dia, warga lainnya juga mendengar dan melakukan hal yang sama.

“Takut, Pak, padahal saya lagi enggak enak badan,” ucap Uyum.

Baca juga: Warga di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Terkejut Mendengar Dentuman Keras

Dentuman yang terdengar sekitar pukul 13.00 WIB itu menggelegar selama beberapa detik.

Sumber bunyinya dari arah barat.

Warga lainnya Erus (30) mengatakan dentuman itu membuat jendelanya bergetar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Benar-benar kaget. Apalagi kalau mendengar suara keras seperti dentuman, dada terasa sakit," ungkapnya.

Peristiwa dentuman ini terjadi di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (8/2/2021).

Baca juga: Tanah Bergerak di Sukabumi Bikin Resah Warga, Ini Penjelasan Awal Ahli

Tempat tersebut merupakan lokasi bencana tanah bergerak.

Bhabinkamtibmas Desa Cijangkar Bripka Muldani membenarkan bahwa terdengar dentuman di Kampung Ciherang sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah dicek, bunyi itu ternyata berasal dari ledakan di lokasi tambang batu di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung.

"Sudah saya klarifikasi kepada petugas peledakan, dan membenarkan ada peledakan pukul 13.00 WIB," jelas Muldani yang sedang bertugas di lokasi bencana.

Baca juga: Fenomena Dentuman Kerap Terjadi, Ini Penjelasan Ahli

 

Dentuman di akhir Januari

BMKG mencatata gerakan tanah saat muncul gemuruh dan dentuman di Sukabumi, Sabtu (30/1/2021) pukul 19.00 WIB.Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG mencatata gerakan tanah saat muncul gemuruh dan dentuman di Sukabumi, Sabtu (30/1/2021) pukul 19.00 WIB.

Dentuman ini bukanlah yang pertama kali terdengar. Pada Sabtu (30/1/2021) lalu, warga yang tinggal di kaki perbukitan Gunung Beser itu juga mendengar dentuman.

Bunyi dentuman disertai gemuruh dan getaran itu terjadi selepas hujan mengguyur sejak sore hingga malam.

Kejadian tersebut bahkan sempat terdeteksi oleh sensor gempa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Suara Dentuman Diikuti Getaran di Kaki Gunung Beser Sukabumi, Warga Panik Keluar Rumah

"Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," terang Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Minggu (31/1/2021).

Dia menjelaskan rekaman seismik tersebut tampak sangat jelas dan berlangsung cukup singkat hanya selama 7 detik, yakni pada 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB

Anomali seismik ini terlihat sebagai gelombang frekuensi rendah (low frequency). Sekilas bentuk gelombangnya (waveform) menyerupai rekaman longsoran atau gerakan tanah.

Baca juga: Dentuman Disertai Getaran Terjadi di Gunung Beser Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

“Fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya," tutur Daryono.

Menurutnya, peristiwa itu diduga terjadi karena adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat, hingga terekam di sensor gempa milik BMKG.

Daryono menyampaikan untuk memverifikasi kejadian tersebut tampaknya perlu dilakukan survei lapangan.

Ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada rekahan di permukaan akibat gerakan tanah tersebut.

Baca juga: Kaitan Aktivitas Gunung Raung dan Dentuman di Malang Masih Misteri

"Jika tidak ditemukan, maka besar kemungkinan proses gerakan tanah terjadi di bawah permukaan tanah," ujarnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Sukabumi: Budiyanto | Editor: Abba Gabrillin, Aprillia Ika)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.