Warga di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Sukabumi Terkejut Mendengar Dentuman Keras

Kompas.com - 08/02/2021, 18:09 WIB
BMKG mencatata gerakan tanah saat muncul gemuruh dan dentuman di Sukabumi, Sabtu (30/1/2021) pukul 19.00 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan GeofisikaBMKG mencatata gerakan tanah saat muncul gemuruh dan dentuman di Sukabumi, Sabtu (30/1/2021) pukul 19.00 WIB.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah warga di lokasi bencana tanah bergerak di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, kembali dikagetkan bunyi dentuman pada Senin (8/2/2021).

Bunyi dentuman selama beberapa detik terdengar menggelegar dari arah barat, yakni pada sekitar pukul 13.00 WIB.

Akibat suara dentuman, warga di kaki perbukitan Gunung Beser yang sedang istirahat di rumah langsung berhamburan keluar.

Baca juga: BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi

"Saya lagi tiduran setelah menunaikan shalat dzuhur, tiba-tiba mendengar bunyi dentuman," ujar Uyum (70) saat ditemui di Kampung Ciherang Kaler.

Dia menuturkan, setelah mendengar bunyi dentuman yang cukup keras itu, dia langsung keluar rumah dan melihat sejumlah tetangga sudah berada di luar rumah.

"Takut Pak, saya padahal lagi enggak enak badan," ujar Uyum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga lainnya, Erus (30) mengaku kaget mendengar suara dentuman cukup keras hingga menggetarkan kaca di pintu jendela.

"Saya lagi di dalam runah, tiba-tiba mendengar lagi suara dentuman," kata Erus yang rumahnya masuk zona terancam tanah bergerak.

Baca juga: Penjelasan Lapan soal Lapisan Inversi dan Penyebab Suara Dentuman Misterius

"Benar-benar kaget. Apalagi kalau mendengar suara keras seperti dentuman, dada terasa sakit," kata Erus.

Bhabinkamtibmas Desa Cijangkar Bripka Muldani membenarkan bahwa terdengar suara dentuman di Kampung Ciherang sekitar pukul 13.00 WIB.

Namun setelah dicek, bunyi dentuman yang didengar berasal dari ledakan di lokasi tambang batu di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung.

"Sudah saya klarifikasi kepada petugas peledakan, dan membenarkan ada peledakan pukul 13.00 WIB," kata Muldani yang sedang bertugas di lokasi bencana.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di lokasi bencana tanah bergerak Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, mendengar suara dentuman, pada Sabtu (30/1/2021) malam.

Warga yang menghuni permukiman di kaki perbukitan Gunung Beser itu berhamburan keluar rumah.

Apalagi, selain suara dentuman yang disertai gemuruh, warga yang tinggal pada ketinggian 930 meter dari permukaan laut itu juga merasakan getaran.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejak sore hingga malam.

Suara gemuruh dan dentuman serta getaran berlangsung sekitar beberapa detik.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.