Kompas.com - 08/02/2021, 13:54 WIB
Ilustrasi penjara. The GuardianIlustrasi penjara.

WAIKABUBAK, KOMPAS.com - Seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YDK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga pada tahun 2018 lalu.

Hal tersebut berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/PID/273/X/2018/NTT/ Res.SB/SPKT tanggal 9 Oktober 2018.

YDK melakukan tindakan tak terpuji itu terhadap korban berinisial MG. Adapun tersangka merupakan paman korban.

Baca juga: Oknum Guru Ini Cabuli Murid Berkali-kali, Korban Diberi Obat Anti Hamil

"Saat kejadian, beliau masih menjabat anggota DPRD periode 2014-2019. Namun, untuk periode sekarang tidak terpilih lagi," kata Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Senin (8/2/2021).

YDK melakukan hubungan intim dengan korban di rumah miliknya sebanyak dua kali.

Kejadian pertama pada 15 Juni 2018, sekitar pukul 01.00 Wita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan, kedua kalinya terjadi pada tanggal 25 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 Wita," kata Arianto.

"Yang mengakibatkan korban atas nama MG hamil dan telah melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki. Dan, bayi tersebut meninggal dunia setelah berusia satu hari," ujar Arianto menambahkan.

Hasil Pemeriksaan Laboratoris Krimilastik (Tes DNA) dengan nomor LAB:346/KBF/2019 pada 1 April 2019 menyebutkan, probabilitas bayi sebagai anak biologis dari YDK adalah 99,99 persen.

Baca juga: Mantan Anggota DPRD NTB Bantah Cabuli Anaknya, Mengaku Menyentuh karena Rindu

Akibat tindakan tersebut, YDK dijerat dengan Pasal 8 Huruf a Juncto Pasal 46  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga dengan pidana paling lama 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 36.000.000.

Selain itu, tersangka juga melanggar Pasal 5 Huruf b Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 9.000.000.

Saat ini, penyidik Polres Sumba Barat telah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumba Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X