Kompas.com - 08/02/2021, 11:35 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

MANADO, KOMPAS.com - Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kepulauan Talaud Alpius Londoran menyatakan belum menerima laporan kerusakan dan korban yang timbul akibat gempa magnitudo 5,6 mengguncang Melonguane, Senin (8/2/2021) pukul 08.00 Wita.

Alpius menambahkan, warga saat ini sudah beraktivitas seperti biasa.

"Hingga kini belum ada laporan kerusakan dari camat. Biasanya kalau ada dampak dari gempa sudah ada laporan, tapi saat ini belum ada," kata Alpius kepada Kompas.com, Senin.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko menjelaskan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat deformasi batuan karena adanya aktivitas subduksi lempeng laut Filipina.

"Tidak ada informasi gempa bumi dirasakan oleh masyarakat di Talaud dan sekitarnya. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Edward.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski penyebabnya sama akibat subduksi lempeng laut Filipina dengan posisi lokasi pusat gempanya yang cukup jauh, gempa bumi ini bukan merupakan gempa susulan dari kejadian gempa magnitudo 7,1 yang terjadi pada tanggal 21 Januari 2021.

"Hingga pukul 11.30 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," tandasnya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 di Bolaang Mongondow Selatan, Tak Berpotensi Tsunami

Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 5,6 mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Senin (8/2/2021) sekitar 08.00 Wita.

Lokasi gempa berada pada 5.65 LU,127.01 BT (187 kilometer Timur Laut Melonguane, Sulut), dengan kedalaman 11 kilometer.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko menyatakan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami. Penyebabnya adalah akibat subduksi lempeng laut Filipina," kata Edward Henry Mengko saat dikonfirmasi, Senin pagi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Talaud Alpius Londoran menjelaskan, warga tidak merasakan getaran gempa,

"Tidak terasa gempa di Melonguane," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X