Viral di Medsos Satu Keluarga Tinggal di Tenda Terpal Reyot, Pemkab Bener Meriah Santuni Beri KTP dan KK

Kompas.com - 07/02/2021, 19:40 WIB
Suasana penyerahan administrasi kependudukan kepada Keluarga M Yusuf, Sabtu (6/2/2021) KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPSuasana penyerahan administrasi kependudukan kepada Keluarga M Yusuf, Sabtu (6/2/2021)

BENER MERIAH, KOMPAS.com – Sempat viral, keluarga M Yusuf yang tinggal di sebuah gubuk reyot di Kampung Pulo Tige, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, kini resmi terdaftar sebagai warga di sana.

Sebelumnya, M Yusuf dan keluarga hanya menetap di kampung itu tanpa tercatat sebagai penduduk resmi setelah pindah dari Kabupaten Aceh Besar.

Mereka tinggal di sebuah gubuk yang nyaris tidak layak dihuni.

Bupati Bener Meriah Sarkawi didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bener Meriah Sasmanto, bersama sejumlah SKPK hingga Camat dan Reje Kampung, menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) serta Akte Kelahiran kepada keluraga M Yusuf.

Baca juga: Satu Keluarga Tinggal di Gubuk Reyot, Tak Makan Sehari Sudah Biasa

M Yusuf bersama keluarga sempat viral, sebab ia berada di kebun yang digadai dan belum ditebus oleh pemiliknya.

M Yusuf S bersama istri dan anak-anaknya berasal dari Kampung Lam Bada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, akhirnya berinisiatif membangun gubuk untuk mereka tempati di kebun tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Satu Keluarga Tinggal di Rumah Tanpa Tembok dan Beralaskan Tanah

Setahun hidup di gubuk reyot bersama 7 anak

Bersama istri dan tujuh orang anaknya, M Yusuf telah menetap di gubuk yang berukuran sangat mini, dan terbuat dari terpal dibungkus dengan plastik kurang lebih selama setahun.

M Yusuf mengaku melakukan itu karena himpitan ekonomi dan tidak memiliki administrasi kependudukan di wilayah dia tinggal selama ini sehingga ketujuh anaknya harus putus sekolah.

Temuan itu kemudian dilanjutkan dengan mengurusi administrasin kependudukan yang melibatkan Dinas Pendudukan dan pencatatan Sipil Kabupaten Bener Meriah dengan dengan instansi tempat M Yusuf berasal, yaitu Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga: Kisah Pilu Lela, Tinggal di Gubuk Reyot 3x2 Meter Tanpa Listrik Bersama 4 Anaknya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Regional
Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X