Kompas.com - 07/02/2021, 19:08 WIB
Petugas pemadam Kebakaran saat hendak memadamkan api di Mal Panakkukang Square Makassar, Sabtu (6/2/2021) dini hari. Dok Dinas Damkar MakassarPetugas pemadam Kebakaran saat hendak memadamkan api di Mal Panakkukang Square Makassar, Sabtu (6/2/2021) dini hari.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi telah memeriksa tiga saksi untuk menyelidiki penyebab kebakaran di mal Panakkukang Square Makassar, Sulawesi Selatan, yang hampir menghanguskan seluruh isi toko di tiga lantai selama sekitar 10 jam lebih, Sabtu (6/2/2021).

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman mengatakan, bersama tim Inafis Polrestabes dan Laboratorium Forensik Polda Sulsel akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang untuk memastikan penyebab kebakaran, Senin (8/2/2021).

"Rencana jam 10 pagi. Kita koordinasikan dengan Inafis Polrestabes Makassar. Sampai saat ini kita masih lakukan penyelidikan. Pihak toko juga kita libatkan besok," ujar Iqbal saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (7/2/2021).

Baca juga: Eks Pengurus FPI Sulsel Bantah Terduga Teroris di Makassar Muhammad Aulia Anggota FPI

Olah TKP tersebut, kata Iqbal, untuk mengetahui detail kronologi kebakaran yang dimulai sekitar 00.00 Wita.

Untuk memaksimalkan olah TKP, pihaknya sudah meminta pengelola mal untuk meniadakan aktivitas perdagangan di tempat itu. 

Dia menyebut, hingga kini, garis polisi masih terus terpasang di mal itu.

"Sampai penyelidikan selesai, baru kita buka police line," ujar Iqbal.

Beberapa saksi yang diperiksa kata Iqbal ialah sekuriti yang bertugas menjaga pada saat kebakaran.

Selain mereka, kata Iqbal, pihak toko di mal itu juga akan diperiksa. 

Baca juga: Kebakaran akibat Obat Nyamuk, Anak 2 Tahun Tewas

Dari hasil pemeriksaan para saksi, Iqbal mengatakan api diduga muncul dari salah satu toko elektronik.

Namun karena kondisi di mal tersebut sudah kosong, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman.

"Penyebab dugaan awal, korsleting listrik. Cuma harus kita pastikan lagi hasil kerja dari Labfor dan Inafis Polrestabes sumber sumber apinya. Sudah ada barang bukti yang mereka ambil," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X