Kompas.com - 07/02/2021, 19:01 WIB
Petani Pinrang sulap bangkai tikus jadi bio gas dan pupuk cair. KOMPAS.com/JUNAEDIPetani Pinrang sulap bangkai tikus jadi bio gas dan pupuk cair.

PINRANG, KOMPAS.com – Seorang petani asal Pinrang, Sulawesi Selatan, mengatasi hama tikus yang menganggu sawahnya dengan cara kreatif. Ia menjadikan bangkai tikus sebagai bio gas dan pupuk cair yang kaya unsur hara.

Hasilnya, diklaim lebih baik ketimbang bio gas dan pupuk dari kotoran sapi. 

Begini kisah Anas Tika, si petani kreatif. 

Menurut Anas, ia terobsesi membuat bio gas karena BBM sulit didapat, sementara pupuk juga mahal. Di sisi lain, hama tikus berlimpah. 

Awalnya, Anas Tika terganggu dengan serangan wabah tikus yang kerap menghabisi tanaman padinya. Ia lalu membuat perangkap tikus raksasa di sekeliling areal persawahannya.

Dalam semalam perangkap tikus raksasa buatannya bisa menangkap hingga 1.500 ekor tikus per malam.

Baca juga: Belasan Ribu Tanaman Porang Tertimbun Longsor, Petani: Hujan Turun 5 Hari 5 Malam

Bangkai tikus bikin subur tanaman

Petani Pinrang sulap bangkai tikus jadi bio gas dan pupuk cair. KOMPAS.com/JUNAEDI Petani Pinrang sulap bangkai tikus jadi bio gas dan pupuk cair.
Mulanya bangkai tikus tangkapannya itu hanya dibuang di sekitar pematang sawah atau sungai. Namun karena banyaknya bangkai tikus tersebut Anas mulai terganggu dengan limbah tikus yang bisa merusak lingkungan.

Ia berpikir bagaimana mengolah ribuan bangkai tikus tangkapannya dalam semalam tersebut, agar bisa menjadi pupuk atau memberikan manfaat lain.

Berbagai percobaan pun ia lakukan, termasuk melakukan fermentasi bangkai tikus hingga siap menjadi pupuk cair yang kaya unsur hara, seperti kandungan nitrogen, posfat, kalium dan unsur hara lain yang dibutuhkan tanaman.

Baca juga: Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Idenya itu tidak sengaja tercipta ketika Anas melihat bekas bangkai tikus yang telah hancur di sudut sawahnya membuat tanaman sampingan seperti pisang, kunyit, jahe di pematang sawahnya tumbuh subur.

Dari sanalah Anas penasaran hingga mencoba mengolah permentasi bangkai tikus dalam bak berdiamter 1,5 meter dengan kedalam tiga meter untuk diolah menjadi pupuk cair.

Karena banyaknya bangkai tikus dan membutuhkan waktu permentasi yang cukup lama hingga siap menjadi pupuk cair untuk tanaman padinya, Anas sampai membuat hingga 3 bak penampungan bangkai tikus di sekitar pematang sawahnya.

Baca juga: Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X