Pengungsi Sebut Banjir di Jombang yang Terparah sejak 1964

Kompas.com - 07/02/2021, 07:48 WIB
Warga Dusun Kedungbagus, Desa Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengungsi ke Kantor Desa akibat banjir, Sabtu (6/5/2021). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍWarga Dusun Kedungbagus, Desa Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengungsi ke Kantor Desa akibat banjir, Sabtu (6/5/2021).

JOMBANG, KOMPAS.com - Ribuan warga di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terpaksa mengungsi akibat banjir melanda perkampungan dan tempat tinggal mereka.

Jebolnya tanggul 2 sungai pada Kamis (4/2/2021) dini hari, membuat beberapa desa di dekat aliran sungai Afvour Besuk dan Afvour Brawijaya dilanda banjir.

Berdasarkan hasil inventarisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, sejak Kamis hingga Sabtu (6/2/2021), terdapat 5 desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang dilanda banjir.

Baca juga: Stasiun Poncol dan Tawang Terendam Banjir, Perjalanan Kereta Terganggu

Wilayah yang dilanda banjir yakni 1 dusun di Desa Pucangsimo, 3 dusun di Desa Brangkal, serta 1 dusun di Desa Banjarsari.

Banjir juga melanda 4 dusun di Desa Gondangmanis, serta 3 dusun di Desa Bandar Kedungmulyo.

Bahkan, banjir di dua desa ini membuat warganya mengungsi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketinggian banjir yang mencapai lebih dari 1,5 meter membuat ribuan warga mengungsi, baik ke kantor desa maupun tempat lainnya yang dianggap lebih aman.

"Saya kira airnya tidak sampai ke rumah, tapi ternyata kok airnya naik terus sampai di rumah. Akhirnya ya ke sini (mengungsi)," kata Mahmudah, warga Desa Bandar Kedungmulyo saat ditemui di tempat pengungsian, Sabtu (6/2/2021).

Baca juga: 4 Desa di Kabupaten Bima Terendam Banjir, 90 KK Mengungsi

Mahmudah yang tinggal di Dusun Kedunggabus mengungsi akibat banjir pada Jumat malam. Dia bersama keluarganya memilih mengungsi ke tanggul sungai Afvour Besuk dengan mendirikan tenda darurat.

Selama tinggal di Dusun Kedunggabus, dia mengaku tidak pernah mengalami banjir dengan kondisi seperti saat ini.

Saat ditemui, Mahmudah sedang memasak dengan peralatan dapur yang sempat dia selamatkan sebelum rumahnya terendam banjir.

"Ada barang-barang yang diselamatkan, tapi tidak semua. Bawa barang yang perlu saja, seperti ini," kata Mahmudah.

Baca juga: Lagu Terpesona yang Kini Viral dan Usaha Melestarikan Seni Masamper

Dari 3 dusun di Desa Bandar Kedungmulyo yang dilanda banjir, Dusun Kedungbagus menjadi wilayah yang dilanda banjir cukup parah, hingga membuat seluruh warga mengungsi.

 

Pantauan Kompas.com pada Sabtu, seluruh wilayah Dusun Kedunggabus tergenang banjir, mulai dari jalan kampung, pekarangan, sawah, serta ruma-rumah warga.

Pada beberapa titik lokasi banjir, ketinggian air di Desa Bandar Kedungmulyo itu mencapai lebih dari 1,5 meter.

Menurut Mulyadi (70), banjir yang melanda kampung tempat tinggalnya menjadi peristiwa langka, sejak tahun 1964.

Kala itu, kenang dia, banjir akibat bocornya tanggul Sungai Brantas menggenangi wilayah dusun dan membuat warga mengungsi.

"Banjir seperti ini pernah terjadi, sekitar tahun 1964. Waktu itu saya masih sekolah SD," tutur Mulyadi saat ditemui di lokasi banjir di Dusun Kedunggabus.

Siti Zahroh (50), warga Dusun Kedunggabus yang mengungsi di bagian tanggul Sungai Brantas mengungkapkan, peristiwa ini baru dia alami sepanjang hidupnya.

"Seingat saya dua kali ada banjir, Ini yang terparah. Tapi tahun sebelum saya lahir ada banjir parah, kata orang-orang tua sekitar tahun 1963," kata Zahroh.

Siti Zahroh bersama ratusan warga memilih mengungsi di bagian tanggul Sungai Brantas dengan mendirikan tenda darurat dari terpal plastik.

Dia mengakui, mengungsi di bagian tanggul Sungai Brantas tetap memiliki risiko.

Namun, saat ini pilihan terbaik adalah mengungsi di tenda darurat.

"Sebenarnya takut, tapi apa boleh buat. Kalau Pak Kades menganjurkan pindah ke balai desa, tapi kan jauh," ujar Zahroh.

Kepala Desa Bandar Kedungmulyo Zainal Arifin mengatakan, hampir seluruh wilayah desanya dilanda banjir dan membuat ribuan warga mengungsi.

Selain Dusun Kedungbagus, wilayah Dusun Kedung Asem dan Bandar Kedungmulyo juga tergenang banjir.

"Jadi yang terdampak ada tiga dusun. Paling parah ada di Dusun Kedungbagus. Masyarakat yang terdampak sekitar 3.500 jiwa," kata Zainal saat ditemui di Kantor Desa Bandar Kedungmulyo.

Dia mengungkapkan, banjir mulai datang pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebagian warga mengungsi ke Kantor Desa, SDN Bandar Kedungmulyo, serta di beberapa titik tanggul dengan mendirikan tenda.

"Kami sebenarnya sudah menyiapkan balai desa dan gedung sekolah di sebelah sebagai tempat pengungsian. Kami masih mengupayakan agar tempat pengungsian tersentral di beberapa lokasi," kata Zainal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X