Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Asal Usul Nama Pempek, Makanan Khas Palembang, Ini Ceritanya

Kompas.com - 07/02/2021, 07:35 WIB
Candra Setia Budi

Editor

KOMPAS.com - Mendengar kata pempek, sudah pasti banyak orang menyebut jika itu merupakan makanan khas Palembang, Sumatera Selatan.

Namun, banyak orang yang tidak tahu jika makanan dari olahan ikan tersebut bukanlah nama sebenarnya.

"Nama aslinya adalah kelesan atau makanan rumah tangga," kata sejarawan Kota Palembang Kemas A.R. Panji, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (6/2/2021) sore.

Baca juga: Resep Pempek Kulit Palembang, Olahan Sisa Kulit Ikan yang Murah dan Enak

Pempek, kata Kemas, awal mulanya merupakan makanan rumah tangga, makanan sehari-hari dan belum dikormesilkan.

Kemudian di atas tahun 1900-an atau awal abad ke-20 pempek mulai diperkenalkan sebagai makanan jajanan atau komersil.

Nama pempek itu sendiri, kata Kemas, berawal dari pedagang Cina yang biasa dipanggil Apek.

"Itu yang menjualkan atau yang memperkenalkan orang dari Cina yang biasa dipanggil Apek, dari situlah awal munculnya istilah nama pempek. Apek itu nama Indonesia-nya mamang, karena nama panggilan itu jadilah namanya pempek," ujar Kemas yang juga Dosen UIN Raden Fatah Palembang ini.

Baca juga: Resep Pempek Nasi, Solusi Praktis Olahan Nasi Sisa

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com