Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/02/2021, 12:24 WIB

KOMPAS.com- Nasib naas dialami oleh Ferry Darmawan.

Pawang berusia 47 tahun itu tewas diserang dua harimau ketika berusaha mencegah hewan buas itu kabur dari kandang.

Peristiwa tersebut terjadi di Sinka Zoo, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Fakta Lepasnya 2 Harimau Sinka Zoo Singkawang, Tewaskan Pawang, Bermula Kandang Longsor

Bermula longsor di kandang

ilustrasi hujan lebatWavebreakmedia Ltd ilustrasi hujan lebat
Juru bicara Sinka Zoo, Elka menjelaskan, mulanya hujan deras terus mengguyur Singkawang selama beberapa hari.

Akibatnya, terjadi longsor di sekitar kandang harimau.

"Tanah di dekat kandang harimau longsor akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir," kata dia.

Longsor itu meninggalkan lubang di sekitar kandang hingga dua ekor harimau terlepas.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Diserang 2 Harimau yang Lepas dari Sinka Zoo Singkawang

 

Ilustrasi Harimau SumateraSHUTTERSTOCK.com/TOM117 Ilustrasi Harimau Sumatera
Ferry berupaya mencegah dan diserang

Melihat dua harimau hendak kabur dari kandang, Elka mengatakan, Ferry berusaha mencegah.

Pria tersebut memang sehari-hari bertugas memberi makan binatang di kebun binatang tersebut.

Namun sayangnya, bukannya kembali ke dalam kandang, dua harimau itu menyerang Ferry.

Tak bisa menahan serangan, Ferry pun tewas.

"Pawang sudah berusaha untuk mencegah kedua harimau itu keluar, tapi malah diserang hingga tewas," tutur Elka, Jumat (5/2/2021).

Kini jenazah Ferry dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.

Baca juga: Dua Harimau Dikabarkan Lepas dari Sinka Zoo Singkawang Kalbar

Masih dalam pencarian

Ilustrasi harimau VIA Indianexpress Ilustrasi harimau
Kapolsek Singkawang Ipti Ronald Napitupulu mengatakan, saat ini polisi dan petugas masih melakukan pencarian.

"Telah terlepas dua ekor harimau dari Sinka Zoo. Kita bersama pihak lainnya tengah mendalami dan melakukan proses pencarian serta penangkapan," kata Iptu Ronald Napitupulu.

Hingga Sabtu (6/2/2021) pagi, harimau belum berhasil tertangkap.

Ia pun meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

"Anggota sudah ke kebun binatang Sinka Zoo, masyarakat yang berada di wilayah tersebut diminta tingkatkan kewaspadaan," kata dia.

Komandan Kodim 1202/Skw Letkol Inf Condro Edi Wibowo memastikan turut menerjukan personel untuk melakukan proses pencarian dan penangkapan.

"Jajaran kami juga sudah bergerak dengan menggunakan kendaraan roda empat," kata Condro.

Baca juga: Batu Meteorit Hendak Dijual Munjilah, Ahli: Sebaiknya Diberikan ke Negara

Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mieistimewa Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie

Kendala pencarian hingga pesan wali kota Singkawang

Dikutip dari Tribun Singkawang, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Suparto, mengatakan, pencarian harimau yang lepas terkendala dengan kondisi malam hari.

Sebab, harimau bisa bergerak lebih gesit dan aktif pada malam hari.

TNI dan Polri pun diminta untuk memantau pergerakan harimau di malam hari.

"Kami pesankan untuk memantau pergerakannya saja, karena sangat berbahaya bagi petugas yang melakukan pencarian," katanya seperti dikutip dari Tribun Singkawang.

Melihat kondisi itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meminta agar Sinka Zoo ditutup untuk umum

"Kalau sudah (tertangkap-red), silakan masuk," kata Tjhai Chui Mie kepada wartawan, Sabtu 6 Februari 2021 dini hari.

Dia mengingatkan petugas dan masyarakt untuk selalu waspada dan tenang.

"Tapi ingat tetap tenang dan jangan panik, petugas sedang berusaha mengamankan harimau itu," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor : Abba Gabrillin, Dony Aprian), Tribun Singkawang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.