Tanggapi Bupati Batang yang Tak Tutup Tempat Keramaian, Ganjar: Tutup Saja, Masih Ada Waktu

Kompas.com - 06/02/2021, 07:15 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberlakukan gerakan "Jateng di Rumah Saja" selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 6-7 Februari 2021.

Namun Bupati Batang Wihaji mengaku tidak akan menutup pusat-pusat keramaian.

Alasannya, bupati memikirkan nasib pedagang kecil yang hanya mendapatkan rezeki di akhir pekan.

Terhadap kebijakan tersebut, Bupati Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun bereaksi.

Baca juga: 7 Daerah yang Memodifikasi Aturan Jateng di Rumah Saja

Bupati Batang: harus memahami situasi kebatinan rakyat

Bupati Batang Jawa Tengah WihajiKompas.com/Ari Himawan Bupati Batang Jawa Tengah Wihaji
Keputusan tak menutup tempat keramaian disampaikan oleh Bupati Batang Wihaji usai Surat Edaran Gubernur yang mengatur gerakan tersebut resmi beredar.

"Surat edaran sudah saya baca, ada poin akhir yang harus kita lihat kondisi lokal Batang dengan menerjemahkan SE tersebut yang harus memahami suasana kebatinan rakyat, seperti pedagang somay, mi ayam keliling atau para pelaku UMKM yang mendapat rezeki di hari libur akhir pekan," tutur Wihaji.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun memberikan izin pusat keramaian tetap beroperasi.

"Di situ (akhir pekan) aktivitas ekonomi rakyat mendapatkan rezeki, kita memahami situasi kebatinan Pak Gubernur tapi kita harus memahami suasana kebatinan rakyat Batang," kata dia.

"Silakan yang tidak ada aktivitas ya di rumah saja. Tapi yang mencari rejeki silakan cari rejeki," lanjut Wihaji.

Baca juga: Respons Ganjar soal Bupati Batang Izinkan Tempat Keramaian Beroperasi Saat Jateng di Rumah Saja

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Ganjar: tutup saja

Merespons hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta Bupati Wihaji menutup tempat keramaian.

"Masih ada waktu, tutup saja (tempat keramaian)," ungkap Ganjar melalui pesan singkat, Jumat (5/2/2021).

Sebab, Ganjar menilai kasus Covid-19 di Jateng masih tinggi.

Penutupan tempat keramaian selama gerakan ini berlangsung, kata dia, berguna untuk mencegah kerumunan massa.

Ganjar sebelumnya memang mengizinkan daerah membuat regulasi sebagai tindak lanjut SE, berdasarkan kearifan lokal masing-masing wilayah.

Namun, ia menekankan agar pemimpin daerah juga harus peka melihat kondisi.

"Jika daerahnya hijau ya monggo. Data itu yang disampaikan," ujar dia.

Baca juga: Sederet Daerah yang Izinkan Pasar hingga PKL Beroperasi Saat Jateng di Rumah Saja Beserta Alasannya

Kasus Covid-19 tinggi

Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19SHUTTERSTOCK/FunKey Factory Ilustrasi pasien virus corona, pasien Covid-19
Kasus Covid-19 di wilayah Jawa Tengah memang masih tergolong tinggi.

Hingga Jumat (5/2/2021) tercatat ada 134.283 kasus orang terkonfirmasi Covid-19 di Jateng.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.406 orang meninggal dunia.

Jumlah yang masih dalam perawatan mencapai 10.766 kasus. Sedangkan sisanya telah dinyatakan sembuh.

Pemerintah Provinsi pun berupaya membangunkesadaran melalui gerakan Jateng di Rumah Saja dengan meminta warga tak keluar selama dua hari.

Langkah ini dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19.

"Apakah kita tidak bisa membangun kesadaran itu. Kalau dua hari saja kita menjaga diri dan menahan diri untuk tidak keluar rumah, maka nanti bisa dilihat apakah ini bisa efektif," terang Ganjar.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Riska Farasonalia | Editor : Dony Aprian, Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X