Mengenal Anom Subekti, Seniman yang Dibunuh Bersama Keluarganya, Pencipta Lagu dan Pembuat Gamelan, Aktif Berorganisasi

Kompas.com - 06/02/2021, 06:21 WIB
TKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANATKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang

KOMPAS.com- Seorang asisten rumah tangga (ART) di Rembang, Jawa Tengah bernama Suti dikejutkan dengan tewasnya empat orang salam satu keluarga, Kamis (4/2/2021).

Mereka ialah Anom Subekti (60), istri Anom yang bernama Tri Purwanti, anaknya Alfitri dan cucu Anom, Galuh (10).

Dari sidik jari yang ditemukan oleh polisi, diduga pembunuhan tersebut dilakukan lebih dari satu orang dan dilatarbelakangi dendam.

Lantas siapakah sosok Anom Subekti?

Baca juga: Detik-detik PRT Temukan Jasad Satu Keluarga Seniman di Sebuah Padepokan, Pagar Sudah Terbuka hingga Sidik Jari Pelaku Diketahui

Pencipta lagu Rembang Indah

Seniman dan dalang Sigid Ariyanto mengungkapkan, Anom Subekti merupakan pencipta sebuah lagu yang populer sekitar tahun 1990.

Lagu yang diciptakan Anom berjudul Rembang Indah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pak Bekti (pencipta lagu) Rembang Indah. Populer pas zaman radio RSPD Rembang," ujar Sigid, Jumat (5/2/2021).

Sigid mengajak warga Rembang mengenang kembali sosok Anom dengan melestarikan karya legendarisnya.

"Satu-satunya jalan ya kita putar lagunya Rembang Indah gitu, itu karya beliau yang nyata," ujar dia.

Baca juga: Seniman yang Dibunuh Bersama Keluarganya merupakan Pencipta Lagu Rembang Indah

 

Kondisi TKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten RembangKOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA Kondisi TKP Pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang
Pendiri sanggar seni Padepokan Ongko Joto

Anom dikenal sebagai seorang seniman sekaligus berbisnis gamelan, namun juga berkecimpung di seni pedalangan.

"Dia itu ketoke (sepertinya) hanya jual beli gamelan, yang jelas awalnya menyewakan gamelan. (Profesi dalang) arang-arang (jarang-jarang). Dia kan kan penasihat di Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Rembang," kata Sigid.

Anom, sebutnya, memiliki sanggar bernama Padepokan Seni Ongko Joyo yang bebas digunakan untuk kegiatan seni budaya.

"Pak Bekti itu orangnya baik memberi nasehat, mernah-mernahke konco-konco dan orangnya fleksibel, sanggarnya bebas untuk latihan siapa saja, karawitan bebas, enggak bayar, disediakan gamelan pendopo, untuk kegiatan warga Rembang," terang dia.

Baca juga: Pembunuh Seniman di Rembang beserta Istri, Anak, dan Cucu Diduga Lebih dari 1 Orang

Aktif berorganisasi, bisa membuat gamelan

ilustrasi gamelanDokumentasi Desa Wisata Pentingsari ilustrasi gamelan
Melansir Tribun Jateng, seorang dalang, Ki Dalang Gondrong menilai sosok Anom Subekti sebagai dalang yang serba bisa.

Anom disebut menguasai berbagai kesenian tradisional seperti wayang kulit, wayang wong hingga ketoprak.

Tak hanya itu, Anom Subekti dikenal sebagai seniman yang suka berorganisasi dan aktif berkesenian.

Selain di Dewan Kesenian dan Pepadi Rembang, almarhum juga tergabung di Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia (Ganasidi).

Anom diketahui pernah berdinas di Departemen Penerangan di era Presiden Soeharto.

"Beliau juga pedagang. Main gamelan bisa, bikin dan jual gamelan juga bisa. Gamelan yang saya pakai juga dari beliau," tutur Ki Gondrong, seperti dilansir dari Tribun Jateng.

Baca juga: Batu Meteorit Hendak Dijual Munjilah, Ahli: Sebaiknya Diberikan ke Negara

 

WayangShutterstock Wayang
Memperhatikan regenerasi dalang

Senang memotivasi seniman muda. Itulah sosok Anom di mata Ki Gondrong.

Dalang berambut panjang tersebut mengaku mengenal Anom sejak duduk di bangku SMP.

"Waktu itu saya belajar mendalang di Karangturi, Lase, Beliau salah satu tutornya," kata Ketua Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya tersebut.

“Sebelum saya diterima masyarakat Rembang, atau boleh dikatakan mulai laris sebagai dalang, beliau satu-satunya yang mendukung saya. Beliau bilang, jangan minder ke rekan seprofesi yang sudah lebih bagus dan menonjol. Tetap semangat karena rezeki Tuhan yang mengatur. Saya rasa sikap beliau ke seniman muda lain juga begitu," lanjut dia.

Anom peduli dengan regenerasi seniman tradisional.

Terbukti, ia mendidik putranya sebagai seorang dalang profesional.

Ia juga kerap mengajari anak-anak seni pedalangan dan karawitan.

"Sampai sekarang saya masih terkejut, apa kira-kira motif pelaku. Beliau orang yang dekat dengan semua orang dan sangat dermawan," kata dia.

Baca juga: TKP Pembunuhan Seniman Rembang Jauh dari Permukiman, Warga: Kalau Ada Apa-apa Enggak Terdengar

Kediaman agak jauh dari lingkungan

Polisi berjaga di TKP pembunuhan satu anggota keluarga di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal) Polisi berjaga di TKP pembunuhan satu anggota keluarga di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)
Penjabat (Pj) Kepala Desa Turusgede, Raslim mengatakan Anom Subekti dikenal tidak memiliki masalah dengan masyarakat sekitar.

Sementara pada malam hari sebelum ditemukan meninggal, tak ada tanda-tanda mencurigakan.

Letak kediaman Anom yang agak jauh dari lingkungan sekitar juga membuat warga tidak mengetahui apakah korban sempat berteriak minta tolong.

"Ya ini agak jauh dan termasuk permukiman baru. Kalau ada apa-apa, enggak terdengar memang," terang dia.

Baca juga: Duduk Perkara Tewasnya Seniman Rembang dan Keluarga, Dibunuh Dini Hari, Tak Ada Barang Hilang

Ditemukan tanda penganiayaan benda tumpul, diduga dibunuh saat tidur

Adapun penemuan jenazah Anom Subekti ditemukan oleh asisten rumah tangga pada pukul 06.30 WIB.

Keempat jenazah ditemukan tergeletak tak bernyawa di tempat tidur.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan otopsi terhadap korban.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan adanya tanda-tanda penganiayan pada tubuh korban.

"Untuk saat ini, korban dari hasil olah TKP korban dinyatakan ada penganiayaan," kata Rongre di tempat kejadian, Kamis.

Polisi menduga, pembunuhan dilakukan lebih dari satu orang. Hal ini terungkap dari sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Adapun, pembunuhan disebut dilatarbelakangi dendam lantaran tak ada barang yang hilang.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Blora, Aria Rusta Yuli Pradana | Editor : Dony Aprian, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.