Video Viral Sopir Truk Dianiaya 2 Preman, 1 Pelaku Ditangkap Saat Kabur ke Sungai

Kompas.com - 05/02/2021, 18:09 WIB
Ilustrasi penangkapan. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANIlustrasi penangkapan.

MEDAN, KOMPAS.com - Sebuah video viral di media sosial Instagram @medantalk memperlihatkan aksi premanisme di jalanan di Kota Medan.

Seorang pria berdiri di pintu kanan truk warna hijau di persimpangan jalan. Tertulis dalam keterangan video yang diunggah pada Rabu (3/2/2021), peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sei Mencirim.

Terdengar seorang pria mengenakan rompi warna hijau terang mengucapkan makian dan menunjuk ke arah sopir truk tersebut namun kemudian tampak berbalik dan mengatur lalu lintas dengan peluitnya.

Baca juga: Dianggap Preman, Adang Ditusuk 50 Kali hingga Tewas, Pelaku: Banyak Orang yang Kesal karena Dipalak

 

Video tersebut tayang hingga 254.328 kali dengan lebih dari 800 komentar. 

Tertulis keterangan di video tersebut, "Terjadi kekerasan penyerangan terhadap supir countiner memakai batu yg di lakukan oleh pelaku2 penyebrang jalan. D jlan simpmng kp lalang Mencirim. 2 korban mengalami berdarah di kepala. TDK terekam Krn lgi sibuk melerai @medantalk".

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, Personel Unit Reskrim Polsek Sunggal sudah menangkap pelaku pungutan liar (pungli) dan penganiayaan terhadap sopir truk yang melintas di Simpang Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Medan.

Lokasi ini juga dikenal dengan daerah Sei Mencirim, sebagaimana tertulis dalam keterangan video. 

Dijelaskannya, penangkapan kedua pelaku bermula dari viralnya video dugaan pemerasan terhadap sopir truk di media sosial. Sopir truk itu dianiaya pelaku karena menolak memberi uang.

"Dua orang yang kami amankan berinisial B dan C," katanya, Jumat (5/2/2021) siang. 

Proses penangkapan kedua pelaku pun berlangsung alot. Di lokasi, ada beberapa pihak yang melakukan provokasi kepada warga.

Bahkan, tersangka C juga sempat kabur ke arah sungai, namun berhasil dibekuk karena sudah dikepung oleh petugas. 

"Iya, pada saat dilakukan penangkapan ada sedikit perlawanan dari keluarganya dan memprovokasi masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan dan ada tersangka satu lagi yang mencoba melarikan diri sehingga petugas kita terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan akhirnya tertangkap di sungai," ujarnya. 

Baca juga: Pria Ditusuk 50 Kali di Bandung Ternyata Preman, 4 Pelakunya Diamankan

Yasir mengimbau agar masyarakat yang menjadi korban premanisme ini melapor ke polsek untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Dan, kami imbau jangan lagi melaukan tindakan-tindakan seperti ini karena mencederai masyarakat yang melintas di jalan tersebut," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X