Kompas.com - 05/02/2021, 06:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com- Penerapan gerakan "Jateng di Rumah Saja" tinggal menghitung jam.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta warga tetap berada di rumah selama dua hari, mulai 6-7 Februari 2021.

Gerakan ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran kasus Covid-19.

Dalam salah satu poin Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tentang gerakan ini, tercantum mengenai penutupan sejumlah tempat.

"Penutupan car free day, penutupan jalan, penutupan toko/mal, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti pendidikan, event, dll)," tulis Ganjar.

Namun, masih mengacu SE, setiap daerah dipersilakan membuat regulasi yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing.

Para kepala daerah di Jawa Tengah pun menindaklanjuti dengan memodifikasi sejumlah poin aturan dalam SE tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja Tak Efektif jika Tanpa Sanksi

1. Di Jepara dan Rembang, hanya pedagang kebutuhan pokok yang diizinkan beroperasi

Ilustrasi beras di dalam mangkuk kayu. SHUTTERSTOCK/AGRI FOOD SUPPLY Ilustrasi beras di dalam mangkuk kayu.
Meski tidak menutup pasar tradisional saat program 'Jateng di Rumah Saja' berlangsung, namun Pemkab Jepara dan Rembang membuat aturan lanjutan.

Hanya pedagang bahan makanan pokok saja yang diperbolehkan berjualan selama gerakan 'Jateng di Rumah Saja' diterapkan.

Aturan lanjutan itu dibuat untuk memastikan bahwa warga yang datang ke pasar memang benar-benar hanya berbelanja kebutuhan pangan.

"Untuk pasar tidak mungkin ditutup karena banyak yang melayani kebutuhan masyarakat. Ekonomi rakyat," kata Bupati Jepara Dian Krstiandi.

Sedangkan menurut Bupati Rembang Abdul Hafidz, aturan itu diberlakukan mengacu pada salah satu poin SE gubernur.

Yakni sektor logistik dan kebutuhan pokok masyarakat diberikan kelonggaran.

"Kita mengacu pada surat edaran gubernur bahwa penjual kebutuhan pokok tetap diperbolehkan. Jadi yang pedagang berjualan bahan pokok d pasar Sabtu Minggu kita perbolehkan," kata Abdul Hafidz.

Saat pelaksanaanya nanti, pemerintah Jepara dan Rembang sama-sama berkomitmen memperketat pengamanan dan pelaksanaan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Ini Sektor yang Diperbolehkan Beraktivitas Selama Program Berlangsung

 

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.
2. Di Solo, ada sanksi, mal dan retail wajib punya posko penegak prokes

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mempersilakan sebagian besar pelaku usaha untuk tetap berjualan. Namun ada syarat hingga sanksi jika mereka tidak mematuhi aturan.

Mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pasar tradisional, toko ritel hingga mal masih diizinkan buka.

PKL kuliner bisa beroperasi sesuai jam operasional masing-masing.

Sedangkan toko kelontong, toko ritel dan mal dibatasi antara pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Wali Kota mengatur bahwa mal hingga retail harus memiliki sebuah posko.

"Mal, toko modern, retail wajib mendirikan posko penegak protokol kesehatan. Jadi, tetap buka sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota," terang Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Kamis (4/2/2021).

Sanksi bagi masyarakat pelanggar protokol kesehatan adalah kerja sosial selama delapan jam. Sedangkan mal, terancam ditutup selama sebulan.

"Bagi pelanggar, pedagang melanggar akan ditutup selama tujuh hari. Tidak boleh berjualan. Bagi pengusaha mal, retail dan sebagainya apabila melanggar ditutup satu bulan," kata Rudy.

Baca juga: Pemkot Solo Putuskan Pelaku Usaha Tetap Buka Saat Jateng di Rumah Saja

3. Pemerintah Blora atur jam operasional, ada yang buka hingga pukul 10.00 WIB dan 22.00 WIB

Ilustrasi Pasar TradisionalKOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi Pasar Tradisional
Bupati Blora Djoko Nugroho tetap mengizinkan pasar tetap buka.

Namun, ia mengatur jam operasionalnya. Operasional pasar akan diatur hingga pukul 10.00 WIB.

Kemudian, Djoko juga mengizinkan restoran, kafe, rumah makan, pedagang kaki lima (PKL) hingga warung beroperasi.

Izin ini diberikan dengan syarat jam operasional hingga penerapan protokol kesehatan.

"Menjaga jam operasional restoran, kafe, rumah makan, PKL, warung sampai pukul 22.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata dia.

Sedangkan untuk tempat-tempat seperti destinasi wisata, karaoke, tempat hiburan hingga pasar hewan akan ditutup saat 'Jateng di Rumah Saja' berlangsung.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Pemkab Blora Izinkan Kafe hingga PKL Buka Sampai Pukul 22.00

 

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021)
4. Di Semarang, pasar dan PKL tetap buka

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan diap melaksanakan gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.

Hanya saja, Hendrar melakukan sejumlah modifikasi aturan.

PKL dan pasar tradisional tetap diperbolehkan beroperasi.

"Kalau dari surat edaran memang harus tutup. Aturan yang sudah terinci jelas kita akan ikuti supaya gerakan ini sukses. Tapi perlu dimodifikasi di pasar tradisional. Karena ada kearifan lokal yang harus kita lakukan untuk bisa sukseskan program tersebut," ungkap dia.

Dalam poin 1.C SE Gubernur, disebutkan adanya penutupan pasar.

Namun aturan itu menjadi ambigu lantaran pada poin 1.B menyebut unsur esensial yang diperbolehkan beraktivitas, yakni sektor logistik dan kebutuhan pokok masayarakat.

"Di item 1.B kan boleh tapi memang jadi ambigu ketika di 1.C pasar tradisional harus tutup. Karena pasar tradisional menjual kebutuhan bahan pokok maka boleh buka tapi tidak bergerombol dan harus disiplin prokes," ucapnya.

Meski membiarkan tetap beroperasi, Hendrar menegaskan akan memperketat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Sederet Daerah yang Izinkan Pasar hingga PKL Beroperasi Saat Jateng di Rumah Saja Beserta Alasannya

5. Batang tak akan tutup pusat keramaian

Bupati Batang Jawa Tengah WihajiKompas.com/Ari Himawan Bupati Batang Jawa Tengah Wihaji
Bupati Batang Wihaji tidak akan menutup pusat-pusat keramaian saat pelaksanaan Jateng di Rumah Saja.

Alasannya ialah nasib pedagang kecil yang hanya mendapatkan rezeki di akhir pekan.

“Surat edaran sudah saya baca, ada poin akhir yang harus kita lihat kondisi lokal Batang dengan menerjemahkan SE tersebut yang harus memahami suasana kebatinan rakyat, seperti pedagang somai, mi ayam keliling atau para pelaku UMKM yang mendapat rejeki di hari libur akhir pekan,” kata Wihaji, Rabu (3/2/2021).

“Di situ (akhir pekan) aktivitas ekonomi rakyat mendapatkan rezeki, kita memahami suasana kebatinan Pak Gubernur, tapi kita harus memahami suasana kebatinan rakyat Batang. Rakyat butuh makan,” kata dia.

Sehingga, dia pun mengizinkan pasar tradisional tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

"Silakan yang tidak ada aktivitas ya di rumah saja. Tapi yang mencari rejeki silakan cari rejeki," jelas dia.

Wihaji juga meminta Satgas Covid-19 bekerja ekstra untuk mengontrol penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Batang: Rakyat Butuh Makan...

 

Ilustrasi pasar tradisional, menjual gula pasir dan telur. KOMPAS.com/Mansur Ilustrasi pasar tradisional, menjual gula pasir dan telur.
6. Pemkab Banyumas akan atur jumlah orang yang masuk pasar

Di Banyumas, pasar tradisional masih diizinkan buka saat gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.

Hanya saja, mereka akan mengatur jumlah orang yang masuk ke dalam pasar.

"Kami ada kelonggaran yaitu di pasar tradisional, boleh buka tapi dengan melihat jumlah, jadi akan dilakukan pengaturan yang masuk berapa orang," kata Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono.

Kemudian, rumah makan, objek wisata, mal, pusat perbelanjaan, toko modern, restoran dan kafe dilarang beroperasi akhir pekan.

Demi hal tersebut, dia pun menerjunkan tim gabungan untuk memantau.

"Ada tim penyapu, tim gabungan, kalau (misal) ada kafe yang buka akan kami minta tutup. Sebetulnya yang seperti ini sudah dilakukan di Banyumas, ini kesempatan bersama-sama (se-Jateng) mudah-mudahan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Wahyu.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menjaga akses keluar masuk di perbatasan.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Ini Sektor yang Diperbolehkan Beraktivitas Selama Program Berlangsung

7. Klaten perkuat dengan aturan 'Jam Songo Ora Lungo'

Ilustrasi Covid-19Shutterstock/Petovarga Ilustrasi Covid-19
Pemkab Klaten mendukung dan memperkuat gerakan Jateng di Rumah Saja dengan aturan 'Jam Songo Wis Ora Lungo'.

"Bu Bupati juga menambahkan tapi itu memang tidak bertentangan dengan Surat Edaran Mendagri Nomor 2 Tahun 2021. Bu Bupati memerintahkan jam songo bengi ojo lungo (jam 9 malam jangan keluar)," kata Sekretaris Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Klaten Sip Anwar, Rabu (3/2/2021).

"Ini untuk mendukung SE Mendagri dan SE Gubernur. Jam 9 malam jangan keluar. Jadi sama kegiatan masyarakat dalam surat edaran bupati sampai jam 9 malam," ungkap dia.

Pasar tidak ditutup dan tempat usaha masih bisa melayani pemesanan antar hingga pukul 21.00 WIB.

"Pasar tidak ditutup. Dalam surat edaran bupati itu ada bukan berarti nutup pasar, nutup toko tidak," ungkap pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Pemkab Klaten dan Satgas juga akan meningkatkan operasi yustisi protokol kesehatan selama dua hari pelaksanaan Jateng di Rumah Saja.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Aria Rusta Yuli Pradana, Puthut Dwi Putranto Nugroho, Labib Zamani , Fadlan Mukhtar Zain, Riska Farasonalia, Ari Himawan Sarono| Editor: Dony Aprian, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X