Kompas.com - 04/02/2021, 22:08 WIB
Ilustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhan KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANIlustrasi penangkapan dua pelaku pembunuhan

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Dua orang kurir narkoba jenis sabu dan obat terlarang pil koplo jenis dobel-L, ditangkap polisi di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021).

Keduanya ditangkap aparat Polsek Ngunut ketika petugas gabungan tengah menggelar operasi yustisi.

Kedua kurir yang kini ditetapkan tersangka berinisial CB, warga Kecamatan Ngunut, dan satu lagi berinisial HW, warga Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.

“Dari kedua kurir ini ditemukan barang bukti yang berbeda. Satu tersangka narkoba sabu, satu tersangka lagi pil koplo dobel-L,” terang Wakapolres Tulungagung Kompol Yoghi Hadi Setyawan, ketika menyampaikan rilis di kantor Polsek Ngunut, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Mau Tolong yang Pingsan, 4 Warga Ini Tewas Dalam Bak Penampung Air

Kedua tersangka tersebut sebelumnya merupakan target operasi polisi, dan tertangkap saat petugas menggelar operasi yustisi pada waktu yang berbeda.

“Ketika dilakukan operasi yustisi, pelaku diamankan, langsung digeladah dan ditemukan barang bukti tersebut,” ujar Yoghi.

Tersangka CB tertangkap pada pertengahan bulan Januari lalu dengan barang bukti berupa 3.000 butir pil koplo jenis dobel-L, dan satu paket narkoba jenis sabu.

Sedangkan tersangka HW ditangkap pada akhir Januari lalu, beserta barang bukti narkoba berupa 16 paket sabu siap edar, dengan berat total 3,58 gram.

 

“Keduanya terjaring dalam operasi yustisi, berbeda waktu. Yakni tanggal 20 Januari 2021, dan tanggal 30 Januari 2021,” terang Yoghi.

Kedua tersangka tersebut merupakan kurir dari dua jaringan narkoba berbeda.

Tersangka berperan mengantarkan barang dari pengedar ke pemesan, dengan sistem ranjau atau diletakkan di suatu tempat tanpa bertemu langsung.

Baca juga: Bawaslu Minta Mendagri Tunda Pelantikan Bupati Sabu Raijua Terpilih, Ini Alasannya

Dalam setiap transaksi, kurir menerima upah antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000.

“Masing-masing tersangka merupakan kurir dari dua jaringan berbeda. Jadi, mereka (Kurir) menaruh barang di suatu tempat, tanpa bertemu langsung dengan jaringannya,” ujar Yoghi.

Atas perbuatannya, kini tersangka ditahan di Polsek Ngunut dan dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan serta Undang-Undang Narkotika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X