Pertahankan Resep Turun-temurun, Kue Keranjang Dua Liong Tetap Produksi di Masa Pandemi

Kompas.com - 04/02/2021, 19:25 WIB
Pembuatan Kue Keranjang Dua Liong di Jagalan, Rabu (03/1/2021) KOMPAS.com/ARIMBIHPPembuatan Kue Keranjang Dua Liong di Jagalan, Rabu (03/1/2021)

SURAKARTA, KOMPAS.com – Sore itu, Rabu (3/2/2021), suasana Kampung Jagalan, Jebres, Surakarta, Jawa tengah yang biasanya sepi, nampak lebih ramai daripada hari-hari biasanya.

Beberapa orang terlihat berlalu-lalang menjemur cetakan kue dan saling membantu mengangkat kukusan dari dalam dapur salah seorang warga.

Saat pintu dapur rumah tersebut terbuka, tercium aroma gula diiringi kepulan asap putih yang memenuhi sepanjang jalan Kampung Jagalan.

“Rumah ini memang memproduksi kue keranjang yang kami beri nama Dua Liong,” kata Ratna Sari Tania, pemilik rumah yang juga warga Kampung Jagalan. kepada Kompas.com.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Menag Minta Imlek Tahun Ini Digelar Sederhana dan Virtual

Sambil membantu proses pembuatan kue, Ratna menuturkan, rumah produksinya hanya membuat kue keranjang menjelang Imlek saja.

“Hari-hari biasa tidak membuat, karena sesuai adat di sini, kami hanya memproduksi kue keranjang satu bulan sebelum imlek dan satu bulan sesudah imlek,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ratna mengatakan, saat hari-hari biasa, dirinya dan warga lain bekerja sebagai buruh serabutan, pengrajin rambak, atau berdagang makanan di pasar.

“Kalau menjelang imlek, kami memang sudah diagendakan untuk produksi kue keranjang ini, pekerjaan yang lain ditinggal dulu,” katanya.

Baca juga: 7 Hotel di Jakarta Tawarkan Promo Imlek, Harga mulai Rp 600.000-an

Pertahankan resep 

Ratna menuturkan bahan-bahan kue keranjang miliknya tidak pernah berubah. Ia masih mempertahankan resepnya sejak usahanya berdiri pada 1940-an

“Kami hanya menggunakan ketan dan gula putih saja, tidak memodifikasi dengan variasi rasa lain yang sedang populer saat ini, seperti cokelat, vanila, dan pandan," katanya.

Meski tidak menggunakan pengawet dan perasa kekinian, Ratna mengatakan, kue keranjang khas Imlek buatannya mampu bertahan hingga tiga bulan.

Tidak hanya menggunakan bahan tradisional dan resep turun-temurun, Ratna menceritakan, ia juga memilih ketan yang berkualitas bagus untuk dijadikan bahan baku.

Baca juga: Imlek di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Tangsel Larang Pertunjukan Barongsai dan Kembang Api

“Harus yang putih dan tidak apek, karena ketan yang paling berpengaruh agar tidak mudah asam saat di fermentasi,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, ketan yang dipilih dicuci sampai benar-benar bersih dan ditiriskan agar kadar airnya berkurang.

“Kalau sudah, ketannya lalu digiling menggunakan mesin pres dan dicampur dengan gula sampai menjadi adonan kue,” jelasnya.

Setelah itu, adonan kue dimasukkan ke dalam cetakan dari kaleng yang dilapisi plastik.

Baca juga: Resep Kolak Kue Keranjang, Sajian Imlek yang Istimewa

“Ketika sudah dicetak rapi dalam wadah, adonan selanjutnya dikukus selama 14 jam sampai matang atau berubah warna menjadi kemerah-merahan atau cokelat gelap,” ujarnya.

Menurut dia, proses pengukusan yang lama itu membuat kue keranjang dua liong buatannya tahan lama.

Jika sudah padat dan berwarna cokelat gelap, kue keranjang tersebut dikemas dan siap dijual ke pasar atau pembeli secara langsung.

“Di jual ke Pasar Gede yang pasti, Toko Sinar, Toko Jaya Abadi, tapi konsumen yang langsung pesan ke rumah produksi juga ada,” imbuhnya.

Baca juga: 10 Pilihan Tanaman Hias untuk Dekorasi Rumah Saat Tahun Baru Imlek

Namun sayang, akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Ratna terpaksa mengurangi produksi kue keranjangnya.

“Kalau keadaan normal,kami biasa produksi lebih dari empat ton dalam satu bulan. Sehari bisa sepuluh kali proses memasak,” katanya.

Tak hanya mengurangi jumlah produksi, Ratna menuturkan, ia juga mengurangi jumlah pegawai. Kini Ratna hanya mempekerjakan sepuluh orang yang berasal dari tetangga sekitar saja.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Mitsubishi Kasih Diskon Servis

“Soalnya kan semuanya masih dibatasi, kami juga menaati aturan dari pemerintah, supaya terhindar dari resiko penularan juga,” ujar Ratna.

Padahal, sebelum Covid-19, Ratna biasanya mempekerjakan 20-30 warga sekitar untuk membuat kue keranjang.

Makna nama Dua Liong

Ratna menceritakan, nama Dua Liong pada produk kue keranjang buatannya memiliki makna tersendiri.

"Dalam bahasa Mandarin, liong artinya naga, binatang bersisik paling unggul jika dibandingkan dengan jenisnya, seperti ikan, ular, dan buaya," ungkapnya.

Baca juga: Resep Kue Lapis Legit Surabaya, Kue Tradisional Khas Imlek

Tak hanya itu, Ratna menuturkan, naga juga dipercaya menjadi pemilik kekuatan para dewa yang membawa anugerah kemakmuran, kehormatan, kebajikan, dan ilmu panjang.

Sementara itu, penggunaan warna emas pada latar belakang gambar naga di logo produk merupakan simbol kejayaan dan kesuksesan yang diharapkan bisa terus dicapai.

Lebih lanjut, Ratna menjelaskan, warna merah pada gambar naga memiliki makna keberanian, keberuntungan, dan semangat yang terus dijalani, meski produksi kue keranjangnya mengalami pasang surut.

Adapun penyematan kata dua menandakan jumlah dua naga yang memiliki makna kue keranjangnya akan membawa banyak keberuntungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.