Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pencurian 4 Kerbau di Cilegon Terekam CCTV, Pelaku Warga Pandeglang yang Kebelet Beli Mobil

Kompas.com - 04/02/2021, 13:39 WIB
Rasyid Ridho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

CILEGON, KOMPAS.com - Aksi pemcurian hewan ternak kembali terjadi di Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

Empat ekor kerbau milik Mista dicuri Muh (36) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang pada tanggal 15 Januari 2021 lalu.

Penjual ayam potong itu berhasil diamankan oleh aparat Polsek Ciwandan dari hasil penyelidikan dan berbekal rekaman kamera pemantau atau CCTV di sekitar lokasi.

Baca juga: Polisi Tangkap 9 Orang yang Mencuri 10 Ternak Kerbau, Motifnya Iri kepada Korban

"Dari rekaman CCTV itu petugas melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku dan kerbau hasil curian," ujar Kapolsek Ciwandan AKP Ali Rahman dihubungi Kompas.com. Kamis (4/2/2021).

Ali menuturkan, pelaku membawa empat ekor hewan curian menggunakan truk A 9467 RA untuk dijual ke wilayah Pandeglang dengan harga Rp30 juta.

Pelaku membawa empat ekor kerbau yang dilepasliarkan oleh pemiliknya di kawasan Kepuh, Ciwandan.

Baca juga: Tangis Histeris Pemilik 9 Kerbau yang Dicuri Jelang Idul Adha, Sampai Memeluk Ternaknya yang Mati

Kebelet beli mobil

Rencananya, uang hasil penjualannya digunakan pelaku untuk membeli mobil yang diinginkan.

Namun sebelum mendapatkan uang hasil penjualannya, polisi berhasil mengamankan pelaku Muh dan kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Ciwandan.

Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Muh mengaku nekat mencuri empat ekor kerbau karena ingin mempunyai mobil pick up sendiri.

Saat ini, penjualan ayam potong yang sudah ditekuni sedang sepi, dan tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari dan cita-citanya memiliki mobil.

"Dagangan lagi sepi sekarang, saya juga khilaf," ucapnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com