Kompas.com - 04/02/2021, 13:23 WIB
Seorang warga menunjukkan retakan dinding dari dalam rumahnya yang kondisinya mengkhawarirkan akibat tanah bwrgerak di Kampung Batugede, Desa Cimerang, Purabaya, 
Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang warga menunjukkan retakan dinding dari dalam rumahnya yang kondisinya mengkhawarirkan akibat tanah bwrgerak di Kampung Batugede, Desa Cimerang, Purabaya, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Warga Dusun Ciheran, Desa Cijangkar, Kecataman Nyalindung, Sukabumi menjadi korban bencana tanah bergerak.

Tanah bergerak dilaporkan pertama kali terjadi pada Minggu (13/12/2020). Akibat kejadian tersebut, ratusan warga menginap di pengungsian pada malam hari atau saat hujan turun.

Selain di Sukabumi, fenomena tanah bergerak juga terjadi di beberapa daerah di Tanah Air.

Berikut 8 daerah yang alami fenomena tanah bergerak sejak dua bulan terakhir.

1. Di Purbalingga, 36 rumah rusak

Warga Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Purbalingga, Jawa Tengah mengevakuasi hewan ternak dan perabotan di dalam rumah karena tanah di sekitar pemukiman bergerak, Jumat (4/12/2020).KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI Warga Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Purbalingga, Jawa Tengah mengevakuasi hewan ternak dan perabotan di dalam rumah karena tanah di sekitar pemukiman bergerak, Jumat (4/12/2020).
Bencana tanah bergerak terjadi di Dusun Pagersari, desa Tumanggal, Purbalingga, Jawa Tengah pada Kamis (3/12/2020).

Pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Akibatnya, 36 rumah rusak dan 165 kepala keluarga mengungsi.

"Pergerakan tanah diakibatkan oleh faktor hujan yang mengguyur kawasan ini sejak pagi sampai malam hari," kata Kepala BPBD Purbalingga, Umar Fauzi saat ditemui di lokasi, Jumat (4/12/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Umar menjelaskan, faktor topografi dengan kemiringan 30 derajat membuat tanah di Dusun Pagersari semakin labil.

Baca juga: Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Akibatnya, puluhan rumah mengalami retak di bagian dinding, bahkan beberapa di antaranya roboh.

"Kerusakannya mulai dari rusak ringan hingga dapurnya ambruk. Karena elevasi tanahnya turun, ada dua rumah yang amblas, jadi berpindah lokasi," ungkapnya.

Warga khawatir terjadi longsor karena muncul mata air baru di sekitar rumah yang keruh.

"Pohon-pohon juga sudah terlihat miring sekitar 10 derajat, paling kelihatan itu pohon kelapa," terangnya.

Baca juga: Tanah Bergerak di Purbalingga, 36 Rumah Rusak, 165 KK Mengungsi

2. Di Banyumas, 9 rumah rusak

Bagian dapur rumah ambles akibat tanah bergerak di Dusun Semaya, RT 6 RW 6 Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/12/2020).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Bagian dapur rumah ambles akibat tanah bergerak di Dusun Semaya, RT 6 RW 6 Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/12/2020).
Tanah bergerak terjadi di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada Jumat (11/12/2020).

Akibatnya ada 9 rumah yang rusak karena tembok dan lantainya retak. Selain itu ada satu area kebun amblas hingga satu meter.

Kiwen (63) warga setempat mengatakan fenomena tersebut sempat terjadi setahun lalu. Namun tahun ini lebih parah. Ia menyebut ada 9 rumah yang rusak.

"Rumah punya anak saya retak-retak sejak tahun kemarin, tapi tahun ini semakin parah. Sekarang ada sekitar sembilan rumah yang rusak, dapurnya njeblos (ambles)," kata Kiwen saat ditemui, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pasar Tradisional di Banyumas Tetap Buka

Hal senada jug adisampaikan Agus (30). Ia mengatakan pergerakan tanah tahun ini terjadi saat aliran Sungai Logawa yang berada jauh di bawah permukiman warga banjir, beberapa waktu lalu.

"Area kebun amblesnya semakin dalam waktu ada banjir kemarin. Tahun kemarin bagian bawah, terus sekarang tanah yang di atasnya juga ambles. Amblesnya lebih dari satu meter," ujar Agus.

Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak di Kabupaten Banyumas, 9 Rumah Warga Rusak

3. Di Ciamis, warga satu RT mengungsi

Salah satu rumah ambruk atap bagian depannya akibat tanah bergerak di Dusun Cilimus, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (5/1/2021).KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA Salah satu rumah ambruk atap bagian depannya akibat tanah bergerak di Dusun Cilimus, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (5/1/2021).
Pergerakan tanah di Dusun Cilimus, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis terjadi sejak Jumat (1/1/2021) malam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X