Sopir Minibus Sengaja Serempet Polisi karena Takut Dirazia Tak Bermasker

Kompas.com - 04/02/2021, 08:24 WIB
Sopir MPU ugal-ugalan yang sengaja menyenggol polisi dijerat pasal berlapis. KOMPAS.com/A. FaisolSopir MPU ugal-ugalan yang sengaja menyenggol polisi dijerat pasal berlapis.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Polisi menangkap sopir minibus yang menyerempet polisi hingga terjatuh di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021).

Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari mengatakan, sopir berinisial AA, warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku sengaja menyerempet anggota Satlantas karena khawatir terjaring razia yustisi. 

"Pelaku sengaja menyenggol polisi dengan mobilnya karena ketakutan setelah diketahui tak memakai masker saat operasi yustisi di wilayah kabupaten," kata Jauhari dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Rabu (3/1/2021).

Baca juga: Viral, Video Anggota Satlantas Jatuh Diserempet Sopir Minibus yang Ugal-ugalan

Adapun Satgas Penanganan Covid-19 dari tiga pilar Kabupaten Probolinggo sedang melakukan operasi yustisi di Kecamatan Dringu, Selasa.

Saat mengetahui adanya operasi yustisi masker, pelaku mencoba untuk kabur.

Salah seorang petugas Satlantas Polres, Aipda Ivan mencoba untuk mengejar AA dengan menggunakan sepeda motor.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesampainya di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kota Probolinggo, pelaku sengaja menyenggolkan mobilnya ke motor yang dinaiki polisi.

Baca juga: Aipda Ivan Coba Hentikan Minibus yang Kabur dari Razia, tapi Malah Diserempet hingga Terjatuh

Akhirnya pada saat yang bersamaan Aipda Ivan yang tepat berada di samping kanan MPU tersebut terserempet dan jatuh.

Beruntung tidak ada kendaraan dari berlawanan maupun belakang. Diduga ada unsur kesengajaan dari sopir.

"Pelaku mengaku takut karena adanya operasi yustisi masker karena dia pada saat itu tidak mengenakan masker dan membawa enam penumpang di MPU tersebut," jelas Jauhari.

Pelaku saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Probolinggo Kota.

"Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni pasal 338 percobaan pembunuhan, pasal 213 KUHP melawan petugas, dan pasal 351 tentang penganiayaan, pasal 53 tentang perbuatan kejahatan. Ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun," ujar Jauhari.

"Kini pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan akan kami usut hingga tuntas kasus ini secara profesional. Untuk anggota polisi yang ditabrak, Alhamdulillah sehat, namun mengalami luka di bagian lutut sebelah kiri," terangnya.

Hasil tes urine pelaku dinyatakan negatif sehingga pelaku dipastikan tidak berada dalam pengaruh obat-obatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X