"Jateng di Rumah Saja", Pasar Tradisional dan PKL di Semarang Tetap Beroperasi

Kompas.com - 03/02/2021, 22:37 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWali Kota Semarang Hendrar Prihadi di kantornya, Rabu (3/2/2021)

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang bakal menerapkan gerakan Jateng di Rumah Saja yang meminta warganya tidak beraktivitas di luar rumah mulai 6-7 Februari mendatang.

Hal ini diberlakukan menyusul Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo No.443.5/000/1933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada PPKM Tahap II di Jateng.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya siap menerapkan gerakan Jateng di Rumah Saja di Kota Semarang mulai akhir pekan ini.

"Prinsipnya kita siap mendukung untuk mengamankan kebijakan tersebut. Yang substansinya ingin warga Jateng khususnya di Semarang selama Sabtu Minggu menahan diri tidak keluar rumah," jelas Wali Kota yang akrab disapa Hendi di kantornya, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Klaten Dukung Jateng di Rumah Saja dengan Program Jam Songo Wis Ora Lungo

Kendati demikian, dalam pelaksanaan Jateng di Rumah Saja di Kota Semarang, Hendi menyebut ada sejumlah poin kebijakan yang dimodifikasi dengan berbagai pertimbangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dari surat edaran memang harus tutup. Aturan yang sudah terinci jelas kita akan ikuti supaya gerakan ini sukses. Tapi perlu dimodifikasi di pasar tradisional. Karena ada kearifan lokal yang harus kita lakukan untuk bisa sukseskan program tersebut," ungkapnya.

Dalam SE Gubernur pada poin 1.C disebutkan adanya penutupan pasar selama gerakan Jateng di Rumah Saja.

Namun, pihaknya mengacu pada poin 1.B yang menyebutkan unsur pengecualian terkait sektor esensial seperti logistik dan kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk itu, pihaknya masih memperbolehkan pasar tradisional di Kota Semarang tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

"Di item 1.B kan boleh tapi memang jadi ambigu ketika di 1.C pasar tradisional harus tutup. Karena pasar tradisional menjual kebutuhan bahan pokok maka boleh buka tapi tidak bergerombol dan harus disiplin prokes," ucapnya.

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Pasar Tradisional di Banyumas Tetap Buka

Selain pasar tradisional, Hendi juga mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) masih bisa berjualan sesuai dengan jam operasional yang berlaku dalam Perwal.

"Ada hal-hal yang harus kita lindungi. PKL itu tidak ada di surat edaran jadi masih bisa dimodifikasi. Tapi aturan yang sudah jelas ya kita akan ikuti yang tidak diatur ya kita liat situasi kalau bisa dimodifikasi ya kita modifikasi," ujarnya.

Sementara itu, Hendi menegaskan terkait toko, mal, perkantoran, tempat wisata serta sejumlah ruas jalan tetap akan ditutup selama diberlakukan Jateng di Rumah saja.

Dalam penegakkan aturan tersebut, tim gabungan akan melakukan operasi yustisi menyisir seluruh wilayah untuk mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Sanksinya di SE memang tidak diatur secara teknis tapi sifatnya persuasif untuk membubarkan aktifitas-aktifitas yang dirasa tidak sesuai dengan surat edaran," katanya.

Pihaknya berharap dengan gerakan di rumah saja selama dua hari ini masyarakat tidak perlu panik membeli kebutuhan pokok secara berlebihan.

"Sejauh ini semua bahan makanan pokok stok tersedia dengan baik. Jadi tidak usah panic buying, kan cuma dua hari. Semoga bisa membawa perubahan signifikan untuk menurunkan kasus Covid-19 di Semarang dan seluruh Jateng," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.