Tanah Bergerak di Lebak, Warga Satu Kampung Diminta Tinggalkan Rumah

Kompas.com - 03/02/2021, 21:33 WIB
Sejumlah rumah rusak dan roboh akibat pergerakan tanah di Kampung Jampang Cikoneng, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/2/2021) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINSejumlah rumah rusak dan roboh akibat pergerakan tanah di Kampung Jampang Cikoneng, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (1/2/2021)

LEBAK, KOMPAS.com - Puluhan rumah terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Jampang Cikoneng, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten.

Akibatnya, warga satu kampung diminta untuk tidak lagi menempati rumahnya karena disebut sudah tidak layak dan berbahaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pergerakan tanah akan terus berlangsung di Jampang Cikoneng sehingga tidak cocok untuk permukiman.

Hal tersebut, kata dia, berdasarkan hasil kajian dari dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung pada 2019 lalu.

"2019 lalu sebagian warga sudah pindah, tapi masih ada sebagian yang bertahan karena merasa aman, akhirnya terdampak juga baru-baru ini, 41 rumah rusak hingga roboh," kata Febby kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Puluhan Rumah di Lebak Rusak akibat Tanah Bergerak, Jumlahnya Terus Bertambah

Dari 115 kepala keluarga (KK) di sana, hingga saat ini yang sudah direlokasi mencapai 72 KK, sementara sisanya masih bertahan dan harus pindah dalam waktu dekat ke tempat yang aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Febby mengatakan, nantinya warga akan diberikan dana stimulan dengan nilai maksimal Rp25 juta untuk relokasi mandiri.

Saat ini, kata dia, proposal permohonan dana sudah diajukan ke Bupati Lebak, tinggal menunggu disetujui.

"Sambil menunggu disetujui kita akan lakukan musyawarah, ada dua berita acara dimana warga bersedia melakt relokasi mandiri dan menyatakan tidak akan tinggal di sana lagi," kata dia.

Diketahui, ini adalah kali kedua pergerakan tanah terjadi di wilayah tersebut. Pada 2019 lalu sejumlah rumah juga dilaporkan rusak akibat bencana tersebut.

Baca juga: Waspada Banjir dan Longsor di Kabupaten Lebak

Ubay, ketua RT setempat mengatakan, tanah bergerak kali kedua ini mulai terjadi pada Desember 2020, saat itu, usai hujan turun berhari-hari. 

"Tadinya satu dua rumah retak, lalu ada yang roboh, total hingga saat ini 41 rumah rusak, tiga rumah sudah roboh karena tanahnya bergeser. Tiap setelah hujan pasti ada laporan rumah retak bahkan roboh," kata Ubay.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.