Kompas.com - 03/02/2021, 17:07 WIB
Interpretasi lintasan meteor ? terang Lampung Tengah (garis merah) berdasarkan pada temuan dua meteorit dan rekaman seismik di stasiun UTSI, KASI dan PSSM milik BMKG. Sudibyo, 2021Interpretasi lintasan meteor ? terang Lampung Tengah (garis merah) berdasarkan pada temuan dua meteorit dan rekaman seismik di stasiun UTSI, KASI dan PSSM milik BMKG.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Ahli astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung berpendapat, lokasi penemuan batu meteorit di Lampung Tengah bisa dijadikan situs untuk sarana wisata pendidikan.

Peneliti Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Robiatul Muztaba mengatakan, lokasi di Dusun 5 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, itu bisa dijadikan obyek wisata edukasi.

“Bisa dijadikan aset desa, siapa tahu bisa mengembangkan wisata pendidikan,” kata Robiatul saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: Dianggap Bernilai Tinggi, Batu Meteorit di Lampung Tengah Akan Dijual

Robiatul menambahkan, peristiwa batu meteorit yang jatuh ke bumi bisa dikatakan sangat jarang.

Dengan demikian, baik batu maupun lokasi jatuhnya bisa dimanfaatkan untuk pendidikan, khususnya di bidang astronomi dan antariksa.

“Jadi aset berharga buat desa. Jika pun tidak, bisa diserahkan ke lembaga penelitian, ketimbang dijual ke (orang) luar. Sayang, ini kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang antariksa, karena jarang,” kata Robiatul.

Baca juga: Syuting Sinetron Ikatan Cinta Bikin Keramaian, Didenda Rp 20 Juta

Lebih lanjut, Robiatul mengatakan, batu meteorit yang jatuh pada Kamis (28/1/2021) malam itu diperkirakan berasal dari hujan meteor.

“Kemungkinan dari hujan meteor. Jenisnya meteor sporadis yang jatuhnya jarang-jarang,” kata Robiatul.

Dihubungi terpisah, Kepala Dusun 5 Astomulyo Edi Kurniawan menyambut baik usulan peneliti untuk menjadikan lokasi itu sebagai obyek wisata pendidikan.

Namun, hal itu tergantung dari pemilik rumah yang kejatuhan batu meteorit tersebut.

“Saya sudah sarankan ke warga, tapi urusan dijual atau tidak, itu tergantung mereka,” kata Edi.

Baca juga: Seorang Ibu Menjerit Sambil Memeluk Kaki Anaknya yang Tewas Gantung Diri

Diberitakan sebelumnya, publik Lampung dihebohkan dengan penemuan sebongkah batu yang diduga meteor.

Batu meterorit itu menghantam rumah warga di Lampung Tengah.

Setelah diteliti, ahli dari Itera Lampung menyatakan batu itu adalah meteorit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X