Alarm Berbunyi 17 Kali, 15 KK di Kota Batu Berpotensi Terdampak Longsor

Kompas.com - 02/02/2021, 17:13 WIB
Petugas BPBD Kota Batu saat mengecek early warning system (EWS) tanah longsor di Desa Gunungsari, Kota Batu, Senin (1/2/2021) malam. KOMPAS.COM/Dok. BPBDPetugas BPBD Kota Batu saat mengecek early warning system (EWS) tanah longsor di Desa Gunungsari, Kota Batu, Senin (1/2/2021) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) di RT 004 RW 010 Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, Jawa Timur, berpotensi terdampak longsor.

Sebab, early warning system (EWS) tanah longsor di lokasi tersebut berbunyi 17 kali. Diduga, ada proses pergerakan tanah sehingga membuat alarm longsor itu berbunyi.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu sudah menyiapkan shalter yang akan menjadi tempat pengungsian bagi warga yang berpotensi terdampak.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, alarm longsor itu berbunyi sebanyak 17 kali pada Senin (1/2/2021).

Baca juga: PPKM Dinilai Belum Efektif, Satpol PP Bali: Masyarakat Jenuh

Dua kali berbunyi pada siang hari. Alarm itu berbunyi lagi pada malam hari sebanyak 15 kali pada pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

"Dugaan awal hasil kaji cepat kemungkinkan terjadi gerakan tanah pada lokasi. Petugas kesulitan melakukan pengamatan di lokasi karena terkendala malam hari," kata Rochim, melalui keterangan tertulis, Selasa (2/2/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rochim mengatakan, ada 15 KK yang menghuni di lokasi itu. 1 KK yang terdiri dari 3 orang sudah mengevakuasi mandiri, sedangkan 14 KK sisanya masih tinggal di rumahnya masing-masing.

"Terdapat 15 KK berada pada kawasan rawan longsor, saat ini 1 KK (3 orang) melakukan evakuasi mandiri mengungsi ke rumah orangtuanya. Sedangkan 14 KK belum bersedia dievakuasi dan masih bertahan tinggal di rumah masing-masing," ujar dia.

Baca juga: Jokowi Nilai PPKM Belum Efektif, Ini Kata Satpol PP Bali

Namun, berdasarkan hasil koordinasi, warga yang masih menempati lokasi itu bersedia dievakuasi ketika terjadi hujan dan alarm longsor berbunyi.

"Warga bersedia disediakan tempat evakuasi sementara yang lokasinya aman dan tidak jauh dari rumahnya. Tempat evakuasi akan digunakan warga saat terjadi cuaca hujan, alarm EWS berbunyi atau adanya kebijakan perintah dari Sistem Komando Siaga Darurat Bencana untuk melakukan evakuasi," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X