Satpol PP Nunukan Biarkan Warganya Melanggar Protokol Kesehatan, Alasannya karena Bingung

Kompas.com - 31/01/2021, 18:44 WIB
Sejumlah petugas yang tergabung dalam Satgas Covid19 Nunukan Kaltara saat mendatangi salah satu THM diduga melanggar Prokes, THM tersebut buka sampai dini hari dan menuai beragam reaksi masyarakat di media social Dok.Haris ArlekSejumlah petugas yang tergabung dalam Satgas Covid19 Nunukan Kaltara saat mendatangi salah satu THM diduga melanggar Prokes, THM tersebut buka sampai dini hari dan menuai beragam reaksi masyarakat di media social
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Surat Edaran (SE) Bupati Nunukan tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai masyarakat tidak berjalan efektif.

Pasalnya, meski sudah ada aturan itu tapi nyatanya masih banyak ditemukan tempat hiburan malam, kafe hingga rumah makan yang ramai pengunjung dan beroperasi sampai pagi.

Padahal, dalam aturan SE tersebut telah dicantumkan bahwa selain mencegah adanya kerumunan, tempat usaha hiburan malam hanya boleh beroperasi hingga pukul 21.00 Wita.

Di atas jam tersebut, semua aktivitas tempat hiburan malam harus berhenti. Sedangkan bagi cafe serta rumah makan hanya boleh melayani pesan antar atau dibungkus.

Baca juga: Tak Ada Tindakan Bagi Pelanggar Prokes di Nunukan, Kasat Pol PP: Bisa Babak Belur Kita

Kepala Satpol PP Nunukan Kadir saat dikonfirmasi terkait lemahnya penegakan aturan PPKM tersebut justru meradang.

Alasannya, karena aturan terkait PPKM tidak dilakukan secara serentak di seluruh daerah Kalimantan Utara.

"Coba lihat dulu Tarakan, Tanjung Selor, di sana buka sampai jam empat pagi kok, masa harus kita tegasi di Nunukan? harus ada keadilan juga, kasihan itu, tempat usahanya kan sewa itu, ada yang 50 juta ada 70 juta," jawabnya, dihubungi Sabtu (31/1/2021).

Menurutnya, jika pengetatan aturan PPKM hanya diberlakukan di Nunukan saja sementara di daerah lain diberi kelonggaran, maka Satpol PP yang justru menjadi sasaran amukan warga.

Baca juga: Video Viral Bupati Sukoharjo Bentak Pedagang: Loh, Kamu Berani Mengatur Pemerintah Kenapa?

Oleh karena itu, ia sebenarnya juga merasa bingung dengan pemberlakuan aturan tersebut.

"Kalau kami diserang terus, lama-lama bisa kacau, demo orang, karena mereka punya tempat sewa, kasihan juga kami ini. Makanya saya bilang serahkan saja ke Bupati, saya bingung ini, yang penting anak buah saya sudah laksanakan tugas," lanjutnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk menangkal Covid-19 sebenarnya yang dibutuhkan cukup menggunakan masker dan menerapkan pola hidup sehat.

Sehingga aturan lain seperti pembatasan operasional tempat usaha tidak diperlukan. Pasalnya, hal itu justru dapat menimbulkan masalah baru bagi perekonomian masyarakat.

"Cukup razia masker saja, cukup itu, kalau tutup tempat hiburan, kafe, tidak bisa itu. Orang mau makan, apalah artinya kita lawan corona kalau imun kita lemah karena gak makan, orang cari duit sekarang susah, kacau kita kalau begini terus, kami kena sasarannya terus," keluhnya.

Baca juga: Detik-detik Bocah 2 Tahun Tewas Terbakar Saat Tidur di Ayunan, Penyebabnya Diduga dari Obat Nyamuk

Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X