16,5 Hektar Padang Savana di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Terbakar, Diduga akibat Puntung Rokok

Kompas.com - 31/01/2021, 14:28 WIB
Pihak Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berupaya memadamkan api di kawasan taman nasional tersebut, Senin (24/8/2020). Pihak Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berupaya memadamkan api di kawasan taman nasional tersebut, Senin (24/8/2020).

KENDARI, KOMPAS.com- Sekitar 16 hektar lahan Savana di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), terbakar selama tiga hari.

Kepala Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohaoi Ali Bahri mengatakan, kebakaran kawasan padang Savana mulai terjadi pada 25 Januari 2021.

Pada 25 dan 26 Januari, lahan savana yang terbakar seluas 12 hektar. Lalu, pada 29 Januari ada 4,5 hektar lahan ikut terbakar.

Baca juga: Kebakaran akibat Obat Nyamuk, Anak 2 Tahun Tewas

Pengelola TNRAW mengetahui kebakaran itu pada siang hari, dan langsung menurunkan petugas Bridgal Karhutla di lokasi kebakaran.

Namun karena faktor angin kencang, area terbuka, ditambah terik matahari sehingga pemadaman mengalami kendala.

"Kemudian untuk memasukkan peralatan juga terkendala tanah yang tidak rata, hingga mobil pemadam juga mengalami hambatan. Jadi api berhasil dipadamkan pada pagi dini hari," terang Ali dikonfirmasi via telepon, Minggu (31/1/2021).

Ali menduga kebakaran yang kerap membakar kawasan padang savana disebabkan oleh kelalaian warga, seperti warga yang melintas di jalan raya tak sengaja membuang puntung rokok.

"Padang savana itu tersambung dengan jalan raya. Lalu adanya aktivitas pemancingan warga di rawa jalan akses masuknya meraka bakar tanpa disadari, kan di situ anginnya kencang," ujarnya.

Baca juga: Fakta Pendaki Dugem di Bukit Savana Rinjani, Pakai Senter dan Musik, Berujung Ditutupnya Kawasan

Lebih lanjut Ali menjelaskan, selain karena faktor alam, pihaknya juga mengalami kendala dalam mengatasi kebakaran lahan di TNRAW yakni keterbatasan petugas pemadam dengan luasan padang savana 45 ribu hektar.

"Kebakaran sering terjadi setiap tahun jika musim kemarau, tapi tahun ini mengalami penurunan," katanya.

Pihak TNRAW, tambah Ali, sudah melakukan berbagai usaha untuk mencegah kebakaran di padang savana yakni dengan memasang rambu rambu di jalan atau papan peringatan.

Kemudian sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan dan patroli pencegahan, pemantauan dalam kawasan Padang Savana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X