Kompas.com - 29/01/2021, 19:48 WIB
Saksi kasus pembajakan film keluarga cemara disumpah sebelum memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021). KOMPAS.com/JAKA HBSaksi kasus pembajakan film keluarga cemara disumpah sebelum memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021).

JAMBI, KOMPAS.com - Pelaku pembajakan film "Keluarga Cemara" melalui website Duniafilm21 tidak ditahan di rumah tahanan setelah sidang Kamis (28/1/2021) lalu di Pengadilan Negeri Jambi.

Hal ini diketahui selepas sidang terdakwa atas nama Aditya Fernando Phasyah pulang begitu saja.

Yandri Roni selaku humas Pengadilan Negeri Jambi mengatakan setelah konfirmasi ke majelis hakim tidak ditahannya terdakwa berdasarkan surat permohonan dari terdakwa.

Pertama, bahwa terdakwa dalam kondisi sakit.

"Kedua bahwa terdakwa berjanji untjk mematuhi persidangan dan tidak melarikan diri dan adanya jaminan dari pihak keluarga untuk itu," katanya melalui pesan WhatsApp pada Jumat (29/1/2021).

"Sesuai dengan ketentuan di dalam KUHAP," tambah Yandri Roni.

Baca juga: Sidang Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara di Website Duniafilm21, Visinema Mengaku Rugi hingga Rp 3 M

Tidak didampingi kuasa hukum

Selain itu terdakwa juga tidak didampingi kuasa hukum atau pengacara baik secara pribadi atau dari negara. Yandri menjelaskan dua poin.

"Pertama, kalau ancaman pidananya diatas 5 tahun maka negara menyediakan, jika ancaman pidana kurang dari itu maka negara tidak berkewajiban," katanya.

Pada kasus ini jika bersandar pada UU ITE sanksi bisa sampai 5 sampai 10 tahun.

"Biasanya ditawarkan untuk didampingi oleh pengacara jika ancamannya lebih dari 5 tahun. Tetapi jika terdakwa menolak dengan alasan akan menghadapi sendiri persidangan nya maka majelis tidak memaksa terdakwa," katanya.

Baca juga: Terdakwa Pembajak Film Keluarga Cemara Protes Kehadiran Wartawan, Begini Respons Hakim

Pembajakan film karya Visinema

Sebelumnya diketahui Visinema Pictures resmi menggiring tersangka pembajakan film – film karya Visinema Group Aditya Fernando Phasyah berinisial AFP ke meja hijau untuk diadili di Pengadilan Negeri Jambi pada Kamis (28/1/2021) lalu.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Arfan Yani akan dilanjutkan kembali pada Kamis 4 Februari 2021 dengan agenda mendengarkan saksi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X