Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/01/2021, 20:16 WIB
Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama KOMPAS.com/Aria Rusta Yuli PradanaKapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama

BLORA, KOMPAS. com-Kepolisian Resor Blora menangkap seorang penjual pupuk asal Tuban.

Dalam proses penangkapan, pihak kepolisian juga mengamankan sekitar 8 ton pupuk bersubsidi jenis ZA.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengungkapkan pelaku berinisial DA mendapatkan pupuk tersebut dari Madura, Jawa Timur. Tersangka membeli pupuk-pupuk itu dengan harga Rp 141 ribu per karung.

"Pelaku membeli dengan harga Rp 141 ribu per sak, dan direncanakan dijual di wilayah Blora harganya fluktuatif dan bervariasi antara 145 ribu tergantung penyalurnya di Blora," ucap Wiraga saat konferensi pers di Mapolres Blora, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: RS di Semarang Dilaporkan Atas Dugaan Malpraktik, Keluarga Pertanyakan Penyakit Pasien hingga Meninggal

Menurut Wiraga, pelaku asal Tuban, Jawa Timur ini diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengadaan dan penyaluran serta pengangkutan pupuk bersubsidi pemerintah untuk sektor pertanian yang terjadi di wilayah Blora.

Sehingga pelaku itu statusnya menjadi seorang tersangka.

Wiraga menambahkan tersangka tersebut diduga melanggar Pasal Pasal 6 ayat 1 huruf B Undang-undang Darurat Nomor 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi, juncto Pasal 1 Subsider 3E Undang-undang Nomor 7 tahun 1955 tentang tindak pidana Ekonomi, juncto Pasal 4 ayat 1 huruf a Perpu nomor 8 tahun 1962 tentang Perdagangan barang dalam pengawasan, juncto Pasal 8 ayat 1 Perpu nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang dalam pengawasan

Selain itu, pelaku juga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 Perpres Nomor 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan, juncto Pasal 30 ayat 2 Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013, juncto Pasal 21 ayat 1 Permendag RI No. 15/M-DAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

"Dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun penjara," terang Wiraga.

Baca juga: Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Perlu diketahui, Polres Blora menangkap sebuah truk bermuatan pupuk jenis ZA dengan total 8 ton pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.

Penangkapan dilakukan di desa Bangkleyan, Kecamatan, Jati. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan seorang sopir dan kenek, yang saat ini masih berstatus sebagai saksi.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Siswi SMA Ditemukan Tewas di Kebun, Terdapat Luka Tusuk di Leher dan Perut

Regional
Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Regional
Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X