Cerita Plt Bupati Cianjur Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19: Seperti Digigit Semut, Tidak Sakit...

Kompas.com - 28/01/2021, 19:59 WIB
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di Cianjur, Kamis (28/1/2021). KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPlt Bupati Cianjur Herman Suherman menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di Cianjur, Kamis (28/1/2021).

CIANJUR, KOMPAS.com - Pelaksana tugas Bupati Cianjur Herman Suherman menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Vaksinasi perdana tersebut dilaksanakan di lingkungan Pendopo bupati, Kamis (28/1/2021).

Selain Herman, sembilan orang lainnya juga turut divaksin, termasuk mantan bintang Persib Bandung Atep sebagai perwakilan dari influencer.

"Seperti digigit semut rasanya, tidak sakit," kata Herman kepada wartawan usai menerima vaksin, Kamis.

Herman bersyukur, vaksinasi perdana berlangsung lancar.

"Insya Allah ini menjadi salah satu upaya untuk dapat menekan lonjakan kasus Covid-19 di Cianjur," ujar dia.

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Irvan Nur Fauzi mengatakan, secara teknis pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi empat alur.

"Di meja pertama pendaftaran, kedua analisis atau pemeriksaan kesehatan, ketiga pelaksanaan vaksinasi, dan di meja keempat pencatatan vaksinasi," terang Irvan.

Pada alur terakhir, sebut dia, penerima vaksin diminta untuk menunggu selama 30 menit sebagai langkah antisipasi KIPI atau kejadian ikutan pascaimunisasi.

"Secara keseluruhan pelaksanaan vaksinasi di tahap pertama ini berjalan lancar," ucapnya.

Baca juga: Pendamping PKH Tilap Dana Bansos, Plt Bupati Cianjur: Tindak Tegas Biar Jera, Kasihan Rakyat Kecil...

Lebih lanjut dikatakan, Cianjur menerima 10.000 dosis vaksin Covid-19 tahap pertama dari Pemprov Jawa Barat.

Setelah transit di instalasi farmasi, vaksin Sinovac itu selanjutnya didistribusikan ke tiga rumah sakit dan sejumlah puskesmas yang ditunjuk.

"Untuk vaksinasi tahap pertama ini sasarannya nakes atau tenaga kesehatan dan non-nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan," kata Irvan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X