Sidang Kasus Pembajakan Film "Keluarga Cemara" di "Website" Duniafilm21, Visinema Mengaku Rugi hingga Rp 3 M

Kompas.com - 28/01/2021, 19:25 WIB
Terdakwa kasus pembajakan film Keluarga Cemara produksi Visinema Pictures keberatan dan tertekan dengan kehadiran media di ruang sidang Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021). KOMPAS.com/JAKA HBTerdakwa kasus pembajakan film Keluarga Cemara produksi Visinema Pictures keberatan dan tertekan dengan kehadiran media di ruang sidang Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021).

JAMBI, KOMPAS.com - Rumah produksi film Visinema Pictures rugi miliaran rupiah akibat pembajakan film. Hal ini terungkap dalam sidang kasus pembajakan film di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021).

Manajer distribusi film Visinema Pictures Putro Mas Gunawan hadir sebagai saksi.

"Satu kali kontrak satu film itu bisa kisaran 200.000 sampai 300.000 dollar Amerika," katanya saat ditanya berapa nilai kontrak satu film dengan penayang.

Jika dirupiahkan, sekitar Rp 2 miliar-Rp 3 miliar. Di luar kerugian materil ini, Putro mengatakan ada pula kerugian non materiil seperti preseden buruk dalam dunia perfilman.

April lalu Putro kemudian mengatakan awalnya  mendapatkan informasi dari teman-temannya terkait pembajakan film  di Rumah Produksi Visinema.

Baca juga: Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pembajakan Film Warkop DKI Reborn

Pelaku pembajakan film dari Kamboja

Sebagai manajer distribusi film dia mengumpulkan banyak platform dan difoto-layar (screenshot). Sejak April hingga Juli 2020.

"Ada puluhan bahkan ratusan platform yang kita dapati. Namun baru ini yang dapat pelakunya. Tapi kita lebih ke platformnya," katanya di depan awak media, Kamis. 

Dia mengatakan ada dua pelaku yang didapatkan informasinya. Satu orang posisinya di Kamboja dan satu lagi di Jambi. 

Anggota majelis hakim Sinatra bertanya bagaimana pembajakan yang dilakukan dan film apa yang dibajak.

Baca juga: Bertemu Jokowi, Pekerja Seni Sindir Pemerintah Lambat Atasi Pembajakan Film

 

Film "Keluarga Cemara" dibajak

Putro selaku manajer distribusi Visinema Pictures hadir menjadi saksi dalam sidang kasus pembajakan film Keluarga Cemara di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021)KOMPAS.com/JAKA HB Putro selaku manajer distribusi Visinema Pictures hadir menjadi saksi dalam sidang kasus pembajakan film Keluarga Cemara di Pengadilan Negeri Jambi, pada Kamis (28/1/2021)
Putro menjelaskan dalam website Duniafilm21 itu warganet bisa menonton dan mengunduh gratis film "Keluarga Cemara".

"Ada berapa film produksi visinema yang ada disana?" Tanya anggota majelis hakim tersebut.

"Saya lihat satu, film Keluarga Cemara," kata Putro.

"Jadi hanya film keluarga cendana? Keluarga Cemara maksudnya," kata Sinatra selaku anggota majelis hakim.

Putro mengiyakan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X