Kompas.com - 28/01/2021, 16:21 WIB

KOMPAS.com - Komisi IV DPR meninjau lokasi banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Kabupaten Bogor, Kamis (28/1/2021). Hasilnya, Komisi IV menemukan ada dua penyebab banjir bandang di kawasan itu.

Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi menjelaskan, penyebab pertama adalah hilangnya pohon pijakan yang menjadi penyangga hutan. Hutan di sana berubah menjadi areal perkebunan dan pohon tegakan yang menjadi peyangga tanah sudah kosong.

"Akibatnya, batu-batu yang di daerah di aliran sungai tidak ada yang melindungi. Ketika air deras, sungai pun melebar, ya akhirnya batunya makin lepas," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Kamis.

Dedi melanjutkan, penyebab kedua banjir bandang di Gunung Mas adalah terjadinya perubahan fungsi lahan. Yaitu sungai purba berubah menjadi areal perumahan perkebunan berbentuk bedeng. Kemudian sungainya bergeser, sementara di atas perumahan tidak ada pohon tegakan. Ketika air deras di atas kawasan itu, batunya pun ikut tergerus.

Baca juga: Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Komisi IV pun merekomendasikan dua solusi atas persoalan tersebut. Solusi pertama adalah relokasi 220 rumah warga yang merupakan karyawan PTPN VIII di sekitar Gunung Mas ke tempat yang lebih nyaman.

Kemudian daerah bekas perumahan itu dikembalikan menjadi fungsi konservasi dengan ditanami pohon gombong.

"Secara tradisional pohon gombong adalah tanaman yang relatif memiliki hubungan emosional dengan lingkungan," kata Dedi.

Rekomendasi lainnya adalah evaluasi seluruh hutan di wilayah Bogor. Dilihat lagi berapa persen hutannya, sehingga apabila berkurang, maka sejumlah perkebunan yang kurang produktif dan tidak menguntungkan diubah statusnya menjadi hutan.

"Kan perkebunan teh sudah banyak tak menguntungkan di bibir hutan. Saya sarankan perkebunan itu sebagian diubah peruntukannya dijadikan hutan lindung. Gunung Mas semuanya dihutankan kembali, kecuali beberapa perkebunan yang relatif masih produktif dan menguntungkan," katanya.

Menurut Dedi, ketika perkebunan berubah menjadi hutan pun masih tetap meunguntungkan. Manfaatnya adalah keuntungan konservasi, ekologi, dan pariwisata dengan hutannya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.