Kasus Dugaan Penggelapan Mobil, Sopir Taksi Ini Rugi Rp 220 Juta

Kompas.com - 27/01/2021, 10:44 WIB
Yanto A Nuba (41), korban penggelapan mobil ditemui di kawasan Renon, Denpasar, Bali. Kompas.com/ Imam RosidinYanto A Nuba (41), korban penggelapan mobil ditemui di kawasan Renon, Denpasar, Bali.

Pada Oktober 2020, Yanto lalu melihat sebuah iklan penjualan mobil yang sempat dibelinya di Facebook.

Dalam iklan tersebut, posisi mobil ada di Bali.

Mengetahui hal itu, Yanto datang ke Bali pada 20 Oktober 2020 untuk mendapatkan mobilnya.

Ternyata setelah didatangi, mobil itu sudah dibeli sebuah showroom penjualan mobil di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat.

Yanto lalu menjelaskan duduk persoalan mobil tersebut kepada pemilik showroom.

Karena tak ada penyelesaian, Yanto lalu melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar pada 28 Oktober 2020.

Baca juga: Ahli Virologi Kritik Acara PDI-P Bali: Itu Bukan Contoh yang Baik, Jangan Ditiru

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena tak ada titik temu, saya lapor ke Polresta Denpasar. Semua bukti pembelian dan perjanjian sudah ada semua," kata Yanto.

Kasus tersebut ditangai Polresta Denpasar dan menetapkan JN sebagai tersangka pada 24 November 2020.

Dalam perjalanan penyidikan ternyata JN ditetapkan sebagai tersangka penggelapan uang.

Padahal, Yanto melaporkan ini sebagai kasus penggelapan mobil.

Yanto merasa kesal karena barang bukti berupa mobil yang dibelinya tak kunjung disita penyidik.

"Obyek laporan digeser. Awalnya kami lapor penggelapan mobil. Malah jadi penggelapan uang. Ini kasus kecil dibuat ribet jadi seperti ini," kata dia.

Yanto mengatakan, berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Namun, ditolak karena Jaksa memberi petunjuk untuk menyita mobil tersebut.

Selain itu, juga diminta untuk tambah pasal dari semula pasal penggelapan ditambah pasal penipuan.

Yanto semakin kesal karena pada Senin (25/1/2021) masa tahanan tersangka berakhir.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan, perkara masih dalam proses penyidikan.

Ia mengakui, berkas yang diserahkan ke Kejaksaan masih ada kekurangan yakni barang bukti berupa mobil.

Penyidik, kata dia, masih berusaha memenuhi kekurangan tersebut.

"Intinya memang prosesnya memang masih dalam penyidikan. Dalam berkas itu ada kekurangan di kejaksaan, penyidik masih berusaha memenuhi kekurangan itu," kata Anom, saat dihubungi.

Kemudian, soal dugaan penggelapan mobil jadi penggelapan uang itu murni proses penyidikan dan tak ada masalah.

"Intinya tak ada maslah, memang kami masih dalam pemenuhan berkas. Tak masalah dengan proses penyidikan," kata dia.

Ia menambahkan, jika ada informasi lokasi mobil tersebut, polisi pasti langsung mengamankannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X