Kompas.com - 27/01/2021, 09:44 WIB
Jak Haris Bonandar mempersiapkan instalasi Pameran Gelap di Das Kopi, Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/1/2021). KOMPAS.com/FARIDAJak Haris Bonandar mempersiapkan instalasi Pameran Gelap di Das Kopi, Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/1/2021).

KARAWANG, KOMPAS.com - Bang Jak menyilakan kami menyeruput kopi buatannya, Sanggabuanq, khasnya Karawang, Jawa Barat.

Sementara Bang Jak memegang kotak hitam dengan dengan dua lubang pengintai.

Kami duduk berhadapan pada bangku dan meja cokelat di kedai bernama Das Kopi.

Lokasi kami di Jalan Veteran, persis samping Makodim 0604 Karawang.

Sesekali gemercik Sungai Citarum terdengar mengiringi pembicaraan kami soal Pameran Gelap.

Baca juga: Akhyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu

Jak Harris Bonandar menyebut, kotak hitam itu akan dipasang pada tembok pameran.

Terdapat dua lubang di kotak dengan jarak yang berdekatan.

Lubang itu tersambung dengan tabung pendek. Melalui tabung itu, pengunjung bisa mengintip karya Jak.

Kotak itu jumlahnya 30, masing-masing memuat satu sketsa.

Pameran Gelap, menurut Jak, adalah eksperimen penyatuan seni sketsa dan seni instalasi.

Eksperimen ini bisa jadi gagal. Ia menyebut bahwa ini yang pertama di Indonesia.

Medium sketsa dipilih pria berambut sebahu itu karena menurut dia, sketsa adalah seni murni.

Sketsa adalah garis murni, tanpa arsiran, dan warna seperti menggambar atau lukis.

"Saya ambil sketsa karena ingin menampilkan kejujuran dalam berkarya. Secara teknik, satu garis dalam sketsa harus sudah punya arti. Tanpa tambahan apa-apa agar terlihat indah apa adanya," ujar Jak sambil menyesap sebatang rokok.

Baca juga: Karawang 6 Minggu Zona Merah, Bupati Cellica Evaluasi Penanganan Covid-19

Seniman yang dikenal serba bisa itu mengungkapkan, di area Das Kopi berukuran 5 x 7,5 meter, buah karyanya bakal dipertunjukkan mulai 30 dan 31 Januari 2021, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Setelah menukar tiket, pengunjung bakal disuguhi kegelapan total.

Kru Das Kopi menutup area dengan kain dan cat hitam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X