Kompas.com - 27/01/2021, 09:33 WIB
Tangkapan layar aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas pada Selasa, (26/1/2021). BPPTKGTangkapan layar aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas pada Selasa, (26/1/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (26/1/2021).

Dalam pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mulai 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, awan panas meluncur ke arah barat daya atau ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

"Awan panas guguran tercatat terjadi 11 kali," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

Awan panas itu pertama kali terjadi pada pukul 18.26 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi 135 detik.

Baca juga: Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Tinggi kolom tercatat 300 meter. Sedangkan jarak luncur 1.300 meter ke arah barat daya hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Pukul 19.03 WIB, awan panas guguran kembali terjadi. Tercatat di seismogram awan panas guguran dengan amplitudo 40 milimeter dan durasi 160 detik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tinggi kolom tak teramati karena cuaca berkabut, mendung dan hujan. Sedangkan estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Awan panas guguran kembali teramati terjadi pukul 19.46 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 41 milimeter dan durasi 131 detik. Estimasi jarak luncur 1.200 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Pukul 20.17 WIB, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 41 milimeter dan durasi 141 detik. Estimasi jarak luncur 1.300 meter ke arah barat daya hulu Kali Krasak dan kali Boyong.

Baca juga: Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Setelah itu, pada pukul 20.38 WIB, kembali terjadi awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 41 milimeter dan durasi 159 detik. Estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya hulu Kali Krasak dan Boyong.

Pada pukul 21.38 WIB, awan panas guguran kembali terjadi di Gunung Merapi. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 35 milimeter dan durasi 137 detik. Estimasi jarak luncur 1.200 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X