PPKM Kota Malang PKL Boleh Berjualan di Atas Pukul 20.00 WIB, Ini Syaratnya

Kompas.com - 26/01/2021, 18:31 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Kamis (21/1/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang, Kamis (21/1/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang memberikan kelonggaran kepada pedagang kaki lima (PKL) selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Mereka boleh berjualan di atas pukul 20.00 WIB dengan syarat hanya menerima take away atau dibungkus.

Pelonggaran itu dengan memperhatikan jam berjualan para PKL. Biasanya, mereka mulai berjualan mulai menjelang petang hingga malam hari.

Jika diterapkan jam operasional malam yang berlaku maksimal pukul 20.00 WIB, para pedagang kaki lima tersebut tidak bisa berjualan.

Baca juga: Dosis Vaksin Covid-19 yang Diterima Pemkot Malang Kurang dari Jumlah Penerima, Ini Alasannya...

"Untuk PKL itu pukul 8 malam masih bisa buka dengan catatan tidak menyediakan tempat duduk, harus take away," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, di Balai Kota Malang, Selasa (26/1/2021).

"Kenapa saya berikan dispensasi karena mereka bukanya baru pukul 18.00. Saya pernah datang ke sana (PKL), saya tanya sudah ada pembeli apa belum, baru tiga tadi pak, padahal sudah jam setengah 8 malam," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sutiaji mengatakan, pihaknya melihat dari aspek kemanusiaan terhadap para PKL di Kota Malang dengan tetap memaksimalkan pelaksanaan PPKM.

"Kami tidak manusiawi lah ketika mereka ditutup pukul 20.00. Maka kami beri kelonggaran," kata dia.

Namun, pihaknya juga tidak akan segan membubarkan PKL yang memicu kerumunan dan masih melayani makan di tempat di atas pukul 20.00 WIB.

 

Sementara itu, dalam pelaksanaan PPKM jilid 2 ini, Pemkot Malang tidak mengeluarkan surat edaran seperti pada PPKM jilid 1.

Sutiaji mengatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran pada pelaksanaan PPKM yang pertama karena batas jam operasional yang diterapkan tidak sama dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Ketika itu, sesuai dengan Instruksi Mendagri, batasan jam operasional maksimal pukul 19.00 WIB. Namun, Pemkot Malang menerapkan maksimal pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Ahli Virologi Kritik Acara PDI-P Bali: Itu Bukan Contoh yang Baik, Jangan Ditiru

Saat ini, dalam PPKM jilid 2, jam operasional dalam Instruksi Mendagri maksimal pukul 20.00 WIB. Sama seperti yang diterapkan oleh Pemkot Malang sebelumnya.

"Saya mampu meyakinkan Kemendagri bahwa tutup usaha itu pukul 8 malam. Sehingga kami tidak ada SE. Tidak ada surat edaran, kalau dulu Instruksi Mendagri kami modifikasi," kata dia.

Diketahui, Malang Raya menjadi daerah prioritas pelaksanaan PPKM jilid 2 sesuai dengan Instruksi Mendagri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.