Berjalan Susuri Rel, Rombongan Jemaah Ibadah Safari Tertabrak KA, 2 Meninggal

Kompas.com - 26/01/2021, 15:41 WIB
Jenazah salah satu korban tertabrak kereta api di Kota Prabumulih Sumatera Selatan ditutup dengan daun pisang oleh warga. HAND OUTJenazah salah satu korban tertabrak kereta api di Kota Prabumulih Sumatera Selatan ditutup dengan daun pisang oleh warga.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Kecelakan ditabrak kereta api kembali terjadi di rel kereta jalur Kereta Pati Palembang-Kota Prabumulih tepatnya di Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Prabumulih Sumatera Selatan Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 9.30 WIB.

Dalam kejadian itu tiga orang tertabrak kereta api, dua orang meninggal dunia atas nama Supardi (60), pensiunan karyawan PJKA warga Tanjung Enim dan Ahmad Sabar (50) seorang petani warga Penanggiran Muara Enim.

Sedangkan satu lagi Subhan (42) petani warga Desa Jiwa baru Kecamatan  Lubai Mauara Enim mengalami luka-luka.

Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan terjadinya peristiwa itu dan mengatakan peristiwa itu sedang ditangani aparat Satreksrim Polres Prabumulih.

Baca juga: Mobil Terpental 15 Meter Usai Tertabrak KA, Syarifudin Tewas dalam Kecelakaan Maut

Berjalan di sisi rel

Dijelaskan Siswandi, dari keterangan saksi kejadian berawal saat rombongan berjumlah 10 orang anggota jamaah ittiqaf keluar dari masjid di Kelurahan Cambai lalu berjalan sisi rel hendak menuju masjid berikutnya.

Saat itu hendak melintas sebuah kereta api dari arah Palembang menuju Kota Prabumulih.

Warga sudah mengingatkan ke sepuluh orang itu akan ada kereta melintas, namun diduga tidak terdengar akhirnya tiga orang tertabrak yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu mengalami serius dan dibawa ke RSUD Prabumulih.

"Sepuluh orang itu adalah anggota jemaah ittiqaf yang melakukan ibadah safari ke masjid-masjid, usai melakukan ibadah ittiqaf di salah satu masjid Kelurahan Cambai mereka keluar masjid dan hendak menuju masjid lainnya," kata AKBP Siswandi.

Baca juga: Berboncengan, 2 Warga Tewas Tertabrak KA Saat Seberangi Rel, Sudah Diperingatkan Warga

Diingatkan warga tapi tak dengar

"Ketika berjalan menyusuri rel melintas kereta api, warga sudah berteriak mencoba memberi tahu tapi ke sepuluh orang itu mungkin tidak mendengar akhirnya tiga orang tertabrak." 

Peristiwa tabrakan itu sendiri sudah ditangani oleh aparat Satuan Reskrim Polres Prabumulih dengan melakukan olah TKP.

"Kita juga berkordinasi dengan pihak PJKA melakukan himbauan kepada warga yang tinggal disekitar rel kereta api agar selalu berhati-hati saat melintasi rel," pungkas Siswandi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X