Hasil Swab Negatif Keluar Setelah Pasien Meninggal, Keluarga Bongkar Makam

Kompas.com - 26/01/2021, 14:49 WIB
Keluarga membongkar makam pasien Covid-19 setelah hasil swab baru diberikan satu pekan setelah pasien meninggal dunia, Selasa (26/1/2021) di TPU Perum Damri, Bandar Lampung. Swab pasien menunjukkan hasil negatif Covid-19.  KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKeluarga membongkar makam pasien Covid-19 setelah hasil swab baru diberikan satu pekan setelah pasien meninggal dunia, Selasa (26/1/2021) di TPU Perum Damri, Bandar Lampung. Swab pasien menunjukkan hasil negatif Covid-19.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Makam salah satu pasien Covid-19 dibongkar paksa keluarga setelah swab dari almarhum keluar dengan hasil negatif.

Pembokaran itu dilakukan keluarga almarhum H Aliun Umar (78) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perum Damri, Jalan KH Ahmad Dahlan, Bandar Lampung.

Keluarga almarhum membongkar makam karena tidak terima jenazah yang bersangkutan dimakamkan dengan protokol pemulasaraan Covid-19.

Ahli waris almarhum, Kurniawan mengatakan, keluarga membongkar makam agar almarhum dimakamkan secara normal.

“Supaya orangtua kami dimakamkan yang lebih layak seperti orang yang meninggal biasa, bukan Covid-19," kata Kurniawan di lokasi, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: 2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Disaksikan camat dan bhabinkamtibmas

Kurniawan menjelaskan, pembongkaran disaksikan oleh camat dan bhabinkamtibmas setempat.

Pembokaran dilakukan dengan melepaskan plastik pembungkus. Jenazah juga dimandikan dan diganti kain kafannya.

Kurniawan mengatakan, hasil swab dari almarhum baru keluar setelah almarhum meninggal dan dimakamkan secara pemulasaraan Covid-19, dengan dasar hasil rapid tes reaktif.

"Baru Senin (25 Januari 2021) kemarin tahu hasil tes PCR-nya Negatif. Kalau kami baca di situ (surat) harusnya kami terima tanggal 21 Januari. Ternyata dari rumah sakit baru kemarin diberikan setelah kami yang minta," kata Kurniawan.

Baca juga: 67,5 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Lampung Sudah Terisi

Alami infeksi paru, rapid test reaktif

Jenazah dimakamkan pada 20 Januari 2021 kemarin setelah sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung.

Awalnya almarhum yang merupakan warga Jalan Way Ketibung, Kecamatan Enggal itu masuk rumah sakit dengan keluhan demam dan batuk pada Selasa (19/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kemudian, setelah diperiksa, kata Kurniawan, pihak rumah sakit menyatakan almarhum mengalami infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung dengan hasil rapid test Covid-19 reaktif.

“Hasil rapid tes reaktif, tapi belum tentu positif (Covid-19) kan?” kata Kurniawan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X