Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2021, 22:13 WIB
Rasyid Ridho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Penambahan kasus Covid-19 di Provinsi Banten memecahkan rekor baru harian yang mencapai 525 kasus hari ini, Senin (25/1/2021)

Selain itu, Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten kini statusnya masuk zona risiko penyebaran Covid-19 tinggi atau zona merah.

Selain Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon masih berada di zona merah.

Sedangkan Kabupaten Serang yang sebelumnya zona merah sudah turun menjadi oranye bersama dengan Kota Tangerang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Secara kumulatif, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Banten sebanyak 25.880 kasus.

Terdiri dari pasien yang masih dirawat 3.828 orang, 21.303 orang sudah dinyatakan sembuh dan 749 meninggal dunia.

Penyebab Kota Serang zona merah untuk pertama kalinya

Untuk Kota Serang yang pertama kali masuk zona merah jumlah kasusnya sebanyak 1.413 kasus.

Jumlah itu terdiri dari 762 orang masih dirawat, 615 sembuh dan 36 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penambahan kasus didominasi dari klaster keluarga yang masih belum disiplin menerapkan isolasi mandiri.

"Didominasi oleh klaster keluarga," kata Ati kepada wartawan. Senin (25/1/2021).

Baca juga: Kota Serang dan Tangerang Selatan Jadi Prioritas Vaksin, Ini Alasannya

Selain itu, masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

"Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Covid-18. Namun, tidak diimbangi dengan kesadaran penggunaan Prokes dalam aktivitasnya," ujar Ati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com