Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Kompas.com - 25/01/2021, 20:31 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi menunjukkan bukti saat ditemukannya dokter JF (49) yang tewas dalam mobil usai divaksinasi, Senin (25/1/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi menunjukkan bukti saat ditemukannya dokter JF (49) yang tewas dalam mobil usai divaksinasi, Senin (25/1/2021).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com- Kasus meninggalnya seorang dokter berinisial JF (49) di Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (22/1/2021) kemarin dipastikan bukan akibat divaksin Covid-19.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi saat melakukan gelar perkara, Senin (25/1/2021).

Supriadi menjelaskan, mereka telah melakukan koordinasi dengan Komnas Kejadian Ilutan Pasca Imunisasi (KIPI) terkait meninggalnya JF.

Baca juga: Kasus Dokter Meninggal Usai Divaksin, Polisi: Diduga Kuat Serangan Jantung, Bukan akibat Vaksin

Syok pascavaksinasi hanya 1-2 jam pasca-disuntik

Berdasarkan keterangan KIPI, reaksi anafilatik atau syok pascavaksinasi hanya berlangsung satu sampai dua jam setelah penyuntikan vaksin.

Sementara, JF diketahui mengikuti vaksinasi Kamis Kamis (21/1/2021) dan ditemukan meninggal pada Jumat (22/1/2021).

"Hasil koorinasi dengan KIPI, JF meninggal bukan karena vaksin. Sebab menurut keterangan dari KIPI di Jakarta, kejadian anafilatik ini tidak lebih dari satu atau dua jam pasca-divaksin. Sementara, korban sudah meninggal lebih dari 24 jam," kata Supriadi, di Polda Sumatera Selatan.

Baca juga: Seorang Dokter Tewas Setelah Sehari Disuntik Vaksin Covid-19, Diduga Serangan Jantung

Bukan meninggal akibat disuntik vaksin Covid-19

Supriadi menjelaskan proses vaksinasi JF berlangsung di puskesmas 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.  

"Korban meninggal bukan karena dampak vaksin tadi, dari KIPI menyampaikan efeknya hanya 1-2 jam saja. Sementara korban sudah lebih dari 24 jam, yang bersangkutan juga memiliki riwayat jantung dan ada juga obat jantung," ujarnya.

Pihak kepolisian pun memastikan tak ada unsur pidana terkait kematian JF. Sebab, mereka tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban yang menyebabkannya tewas.

"Pemeriksaan hanya sampai visum luar, keluarga menolak untuk otopsi. Dari visum juga sudah menguatkan korban meninggal akibat jantung, karena ditemukan obat jantung satu tablet isi 10 butir dan satu sudah diminum korban," ungkapnya.

Baca juga: Berikut Kelompok yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X