Terduga Teroris di Lambhok Aceh 3 Tahun Sewa Rumah dan Jualan Buah, Tak Pernah Lapor Kades

Kompas.com - 25/01/2021, 19:39 WIB
Tempat usaha buah milik UM terduga teroris yang berada di Jalan T. Iskandar , Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh sudah ditutup dengan menggunakan terpal orange pasca digerebek Densus 88 pada Rabu (20/01/2021). KOMPAS.COM/TEUKU UMARTempat usaha buah milik UM terduga teroris yang berada di Jalan T. Iskandar , Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh sudah ditutup dengan menggunakan terpal orange pasca digerebek Densus 88 pada Rabu (20/01/2021).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - UM alias AZ alias TA (35), salah satu dari lima terduga teroris yang ditangkap Densus 88, di Simpang Tujuh , Ulee Kareng, Aceh, diketahui berprofesi sebagai pedagang buah. 

Tempat usaha dagangan buahnya berada di Jalan T Iskandar, Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh

“Benar UM yang ditangkap kemarin oleh Densus 88 tinggal di Jalan T Iskandar, Desa Lambhuk,” Kata Rustam, Kepala Desa Lambhuk kepada Kompas.com saat ditemui di kantor desa setempat, Senin (25/01/2021).

Baca juga: Seorang PNS di Aceh Timur Ditangkap Densus 88

Menurut Rustram, UM sudah tinggal di rumah sewa di Jalan T. Iskandar Lambhuk sejak tiga tahun lalu bersama isteri dan anaknya, namun semenjak menyewa rumah tidak melapor ke kantor Desa,

“UM sudah tiga tahun tinggal di rumah sewa itu, tapi dia tidak pernah melapor selama tinggal di Lambhuk,” katanya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Baru 4 bulan jualan buah

Rustam bersama perangkat Desa mengaku sempat menegur UM lantaran tempat usaha buahnya didirikan di atas selokan yang dikhawatirkan dapat menganggu saluran air saat musim hujan.

“Usaha buahnya itu baru sekitar empat bulan, di awal dia buka usaha, kami sempat menegur karena dibuat di atas selokan. Tapi saat kami tegur UM seperti melawan,” sebutnya.

Dia menambahkan, perangkat Desa Lambhuk tidak mengetahui dan mengenal UM, karena pemilik rumah menyewakan rumah dengan cara membuat iklan di Facebook. 

Baca juga: 5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Ditegur tetap tak mau lapor

“Kami tidak tahu UM yang tinggal di situ karena dia berhubungan dengan pemilik rumah mungkin melalui Facebook, karena pemilik rumah membuat iklan sewa di Facebook," kata Rustam. 

"Setelah kami tegur sudah berapa kali kami minta untuk melapor tinggal tapi yang bersangkut tidak mau melapor,” lanjutnya.

Saat rumah kontrakan UM digerebek oleh Densus 88, Rustam mengaku ikut mendampingi petugas dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Misalnya alat peracik bom, pipa besi, dan sejumlah besi yang sudah dirakit berbentuk ujung senjata.

Baca juga: 5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Lapor Polisi Motornya Hilang Dicuri, Ternyata Pencurinya Suami Sendiri

Ibu Ini Lapor Polisi Motornya Hilang Dicuri, Ternyata Pencurinya Suami Sendiri

Regional
Lapor Rumah Dibobol Maling dan Ponsel Raib, Pelaku Ternyata Suami Sendiri

Lapor Rumah Dibobol Maling dan Ponsel Raib, Pelaku Ternyata Suami Sendiri

Regional
Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan 2020 dari Rumah Zakat

Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan 2020 dari Rumah Zakat

Regional
Pedagang Pasar hingga Sopir Bus Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 di Banyumas

Pedagang Pasar hingga Sopir Bus Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 di Banyumas

Regional
Ganjar Tanggapi Kisruh Walkot Tegal dan Wakilnya: Perlu Diruwat, dari Dulu Ada-ada Saja

Ganjar Tanggapi Kisruh Walkot Tegal dan Wakilnya: Perlu Diruwat, dari Dulu Ada-ada Saja

Regional
Oknum PNS Riau Edarkan Sabu, Keluar Masuk Penjara tapi Tetap Berdinas

Oknum PNS Riau Edarkan Sabu, Keluar Masuk Penjara tapi Tetap Berdinas

Regional
Klaster Keluarga di Karangasem, 37 Warga di Sebuah Desa Terkonfirmasi Positif Covid-19

Klaster Keluarga di Karangasem, 37 Warga di Sebuah Desa Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Pura-pura Minta Antar Beli Bensin, Pemuda Ini Rampas Motor Teman Sekolah

Pura-pura Minta Antar Beli Bensin, Pemuda Ini Rampas Motor Teman Sekolah

Regional
Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Regional
Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Regional
Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Regional
DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

Regional
Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Regional
Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X