Jadwal Distribusi Berubah, Vaksinasi Covid-19 di Sumedang Diundur

Kompas.com - 25/01/2021, 18:51 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/PALSANDIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat diundur.

Kepala Dinas Kesehatan Dadang Sulaeman mengatakan, pemerintah pusat sebelumnya telah menjadwalkan vaksin Sinovac sebanyak 3.520 dosis akan tiba di Sumedang pada 22 Januari 2021, lalu.

"Jadwalnya mengalami perubahan dari pusat. Rencananya, tanggal 26 Januari ini vaksinnya didistribusikan ke Sumedang," ujar Dadan kepada Kompas.com di kantor Dinas Kesehatan Sumedang, Senin (25/1/2021).

Dadang menuturkan, bila sudah tiba di Sumedang, vaksin Sinovac akan disimpan terlebih dahulu di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan.

Baca juga: Polisi Usut Izin Perumahan SBG dan Pondok Daud di Lokasi Longsor Sumedang

Selanjutnya, kata Dadang, vaksin akan didistribusikan kembali ke 38 fasilitas kesehatan yang akan menjadi tempat vaksinasi di Sumedang.

Tempat vaksinasi itu, kata Dadang, meliputi 35 Puskesmas, satu RSUD, satu klinik Urkes Polres Sumedang, dan satu klinik milik Brimob Polda Jabar di Desa Sayang, Jatinangor.

"Untuk persiapan sendiri Alhamdulillah semuanya sudah siap. Selain tempat, kami juga sudah menyiapkan alat pelindung diri (APD) bagi vaksinator," tutur Dadang.

Baca juga: Polisi Selidiki Unsur Pidana Izin 2 Perumahan di Lokasi Longsor Sumedang

Dadang menuturkan, pada tahap pertama nanti, vaksinasi akan diprioritaskan untuk 1.760 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) atau tenaga kesehatan.

"Selain diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, juga untuk sepuluh orang tokoh publik di Sumedang. Satu di antaranya yaitu Pak bupati Sumedang," sebut Dadang.

Dadang mengatakan, menjelang vaksinasi, Dinas Kesehatan Sumedang terus melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas bagi para tenaga kesehatan dan petugas penunjang lainnya.

"Tahap selanjutnya yaitu melakukan simulasi vaksinasi Covid-19," tutur Dadang.

 

Dadang menuturkan, vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit.

Sehingga, kata Dadang, jika suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya sakit ringan, dan tidak menjadi sumber penularan.

"Tujuan utama vaksinasi Covid-19 ini untuk mengurangi transmisi atau penularan dan menurunkan angka kesakitan, angka kematian akibat Covid-19. Kemudian, nantinya akan mencapai kekebalan kelompok masyarakat (hard imunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19, agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi," sebut Dadang.

Untuk itu, kata Dadang, diharapkan masyarakat mau untuk divaksin. Karena, sangat penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Kami berharap, masyarakat tidak termakan informasi tidak jelas atau hoaks terkait vaksinasi. Karena, informasi hoaks ini merupakan ancaman serius dalam penanganan Covid-19 ini," kata Dadang. AAM AMINULLAH

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X