"Olus Itu Tulang Punggung Keluarga, Dia Telah Pergi, Kini Keluarganya Kehilangan Segalanya"

Kompas.com - 25/01/2021, 18:26 WIB
Suasana penerimaan jenazah Theofilus Lau Ura, di Kampung Pora, Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, NTT, Jumat (22/1/2020). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISSuasana penerimaan jenazah Theofilus Lau Ura, di Kampung Pora, Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, NTT, Jumat (22/1/2020).

KOMPAS.com - Isak tangis keluarga menyambut kedatangan peti jenazah Teofilus Lau Ura, salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Perwakilan keluarga Teofilus, Benediktus Beke mengatakan, pria yang akrab disapa Olus itu dinilai sebagai pribadi yang baik.

Benediktus menyebut, Olus merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

Keluarga Olus, kata dia, sangat kehilangan sosok yang merupakan tulang punggung keluarga itu.

Selama ini, Olus bekerja di Jakarta. Uang yang didapat selama bekerja di Jakarta dikirim ke kampung halaman untuk menafkahi mama dan adiknya.

Baca juga: Alasan Ketua DPD PDI-P Bali Pakai 1 Sendok Menyuapi 2 Bupati Terpilih: Spontan dan Cepat

Hal itu terjadi karena ayah Olus hilang tanpa kabar sejak pergi ke Kalimantan beberapa waktu lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benediktus menambahkan, keluarga Olus telah kehilangan segalanya. Apalagi, adik Olus masih duduk di sekolah menengah atas (SMA).

"Olus itu tulang punggung keluarga. Dia telah pergi. Kini, keluarga kehilangan segalanya," kata Benediktus di rumah duka, Jumat (22/1/2021).

Peti jenazah disambut isak tangis

Peti jenazah Olus tiba di rumah duka Kampung Pora, Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat.

Peti jenazah itu dibawa ambulans milik Pemerintah Kabupaten Ende.

 

Setelah dikeluarga dari ambulans, jenazah Olus disambut dengan prosesi adat saat memasuki rumah duka.

Setelah itu, perwakilan Sriwijaya Air menyerahkan peti jenazah kepada keluarga.

Benediktus Beke mengatakan, keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada Sriwijaya Air yang mengurus identifikasi hingga pemulangan jenazah ke kampung halaman.

"Tentu tidak mudah memproses ini dengan situasi pandemi Covid-19. Semua ini bisa diproses dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah saudara kami," kata Benediktus.

Sebelumnya, dua warga asal Kabupaten Ende menjadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Baca juga: Tangis Haru Keluarga Menyambut Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Ende, NTT

Dalam manifes penumpang, kedua penumpang asal Ende itu tercatat dengan nama Felix Wenggo dan Sarah Beatrice Alomau.

Tetapi, nama yang tercatat dalam manifes penumpang itu bukan nama asli korban. Kedua korban bernama Teofilus Lau Ura dan Selvin Daro.

Mereka meminjam kartu tanda penduduk (KTP) rekannya saat menaiki pesawat.

"Mereka berangkat ke Pontianak itu dengan menggunakan identitas orang lain," kata Benediktus kepada Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (13/1/2021).

(KOMPAS.com/Nansianus Taris)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X