Bencana Alam di Awal Tahun, Longsor hingga Hujan Es Melanda Cianjur

Kompas.com - 25/01/2021, 07:24 WIB
Sebuah angkot di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ringsek akibat tertimpa pohon tumbang, Sabtu (16/1/2021) sore. Sang sopir selamat namun mengalami luka. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSebuah angkot di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ringsek akibat tertimpa pohon tumbang, Sabtu (16/1/2021) sore. Sang sopir selamat namun mengalami luka.

CIANJUR, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sejumlah bencana alam terjadi dalam dua pekan terakhir.

Tidak ada korban jiwa.

Namun, puluhan rumah terdampak dan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan sekolah rusak.

Sekretaris BPBD Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, beberapa bencana yang terjadi adalah angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.

Baca juga: Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

"Termasuk cuaca ekstrem, hujan es di wilayah Kecamatan Pasirkuda," kata Irfan dikutip dari keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Pihaknya mencatat, ada 8 peristiwa bencana yang terjadi di 5 wilayah, yakni di Kecamatan Tanggeung, Cidaun, Naringgul, Pasirkuda, dan Cianjur kota. 

“Tidak ada korban jiwa. Namun, sedikitnya 16 kepala keluarga di Desa Gelarwangi Cidaun sempat mengungsi ke tempat aman karena longsor. Termasuk ada dua jembatan yang roboh terbawa longsor di Kecamatan Cidaun,” kata dia.

Hujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). Akibatnya sejumlah rumah warga dikabarkan mengalami kerusakanIstimewa Hujan es melanda wilayah Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). Akibatnya sejumlah rumah warga dikabarkan mengalami kerusakan
Sementara itu, banjir yang terjadi di Sukabakti Naringgul pada 9 Januari, menurut Irfan, mengakibatkan 16 rumah terdampak dan 3 hektar areal persawahan rusak.

“Terkait cuaca ekstrem dan puting beliung di Pasirkuda mengakibatkan puluhan rumah dan 4 sarana umum rusak ringan. Areal persawahan seluas 5 hektar juga mengalami rusak,” kata dia.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan, menghadapi musim hujan yang diprediksi akan berlangsung hingga Maret 2021 mendatang, BPBD Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau di wilayahnya terjadi hujan yang terus-menerus selama 2 jam, harus hati-hati, siap-siap evakuasi,” ucap Irfan.

Baca juga: Mengolah Biji Karet Jadi Makanan, Dewi Bangga Diapresiasi Presiden Jokowi

BPBD Cianjur menyiagakan seluruh personelnya, termasuk 1.832 relawan tanggap bencana (Retana) yang berada di masing-masing wilayah.

“Retana ini keliling tiap kampung untuk memantau situasi dan kondisi. Kalau misal ditemukan retakan-retakan (tanah) langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan aparat setempat,” ujar Irfan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Regional
Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Regional
Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Regional
Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan

Regional
Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X