Kompas.com - 23/01/2021, 16:20 WIB
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17 ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoSuasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17

KOMPAS.com - Lapangan minyak bumi dan gas (migas) tua di Mahakam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) didorong untuk terus berproduksi, di tengah laju penurunan alamiah karena kondisinya yang sudah menua.

Untuk mendorong produksi migas di lapangan tua, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggunakan sistem ongkos operasi rendah berbasis inovasi teknologi dan sinergi, yang termaktub dalam program Proyek Locomotive-8.

Dengan demikian, PHM optimistis bisa mencapai target produksi 2021 sebanyak 485 MMScfd gas serta minyak dan kondensat 22 Kblpd.

Menurut General Manager PHM Agus Amperianto, lapangan migas tua di Mahakam sangat luas dan kompleks, meliputi area darat dan laut. Lapangan ini sendiri sudah berusia setengah abad.

Baca juga: Bupati Kukar Minta Calon Pengelola Blok Mahakam Tidak Gagap

Namun ia optimistis lapangan ini masih memiliki cadangan dan sumber daya yang signifikan untuk berproduksi sampai akhir masa kontrak.

Penurunan produksi di lapangan tua di Mahakam secara alamiah disebabkan terbatasnya sumber daya dan cadangan hidrokarbon.

Oleh karenanya, dibutuhkan upaya lebih besar dalam mengembangkan dan memproduksi cadangan dan sumber daya tersebut dan keekonomiannya juga marginal.

Namun di sisi lain terjadi peningkatan kompleksitas operasional lapangan. Hal itulah yang membuat biaya pemeliharaan meningkat.

Baca juga: Pemprov Kaltim Minta Jatah Saham 19 Persen dari Blok Mahakam

Sehingga, membutuhkan inovasi teknologi seperti Proyek Locomotive-8 agar tercipta optimasi biaya produksi.

"Dengan cara ini PHM akan bisa mengeluarkan semua cadangan hidrokarbon yang tidak ekonomis," ujar Agus melalui rilis ke Kompas.com, Sabtu (23/1/2021).

Sebagai informasi, produksi minyak di Mahakam berasal dari dua lapangan, yaitu Bekapai dan Handil. Sedangkan produksi gas berasal dari lapangan Tunu, Peciko, Sisi Nubi, dan South Mahakam.

Baca juga: SKK Migas: Indonesia Tidak Lagi Negara Kaya Minyak Bumi dan Gas



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X