Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 22/01/2021, 22:22 WIB
Polisi menunjukkan foto barang bukti ribuan benih lobster yang diperjual belikan, Jumat (22/1/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALPolisi menunjukkan foto barang bukti ribuan benih lobster yang diperjual belikan, Jumat (22/1/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Dipolairud Polda Jawa Timur mengungkap praktik jual beli ribuan benih lobster ilegal di wilayah Blitar dan Tulungagung. Ribuan benih lobster itu berhasil disita polisi.

Rinciannya, benih lobster jenis mutiara sebanyak 1.936 ekor dan jenis pasir sebanyak 1.213 ekor.

Baca juga: Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

"Ribuan benih lobster itu disita dan kita sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengamankan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko di Surabaya, Jumat (22/1/2021).

Polisi juga menangkap dua tersangka dalam kasus tersebut, yakni CAN (24) dan IMA (38).

"Keduanya melakukan transaksi jual beli benih lobster tanpa dokumen izin sesuai yang diatur undang-undang," terang Gatot.

Gatot menjelaskan awal mula pengungkapan kasus ini. Polisi, kata dia, menerima informasi transaksi jual beli benih lobster di Panti Jolo Sutro Blitar pada 12 Januari 2021.

"Di lokasi tersebut polisi mengamankan pelaku atas nama CAN dan ribuan benih lobster si rumahnya," kata Gatot.

Dalam pengembangan, polisi menangkap IMA di Campurdarat Tulungagung. Selain menangkap IMA, polisi juga mengamankan ribuan benih lobster di rumah IMA.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku membeli ribuan benih itu dari nelayan di Blitar.

Selain itu, mereka juga menangkap benih lobster menggunakan keramba di perairan Tulungagung. Benih lobster itu dikemas dalam kantong plastik dan diberi oksigen.

"Benih lobster jenis mutiara dijual 30.000 per ekor, sementara jenis pasir dijual 9.000 per ekor kepada pembeli," jelas Gatot.

 Baca juga: KPK Dalami Pengelolaan Uang yang Berasal dari Eksportir Benih Lobster

Aksi jual beli tersebut dianggap ilegal menurut Pasal 92 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Undang –Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam delapan tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X