Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Kompas.com - 22/01/2021, 21:00 WIB
Wali Kota Padang Mahyeldi saat melakukan pengujian tekanan darah sebelum divaksin Covid-19, Jumat (15/01/2021) di Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang. KOMPAS.com/RAHMADHANIWali Kota Padang Mahyeldi saat melakukan pengujian tekanan darah sebelum divaksin Covid-19, Jumat (15/01/2021) di Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang.

PADANG, KOMPAS.com - Meski sempat ragu-ragu karena memiliki komorbid, salah satu tenaga kesehatan ( Nakes) di Kota Padang Sumatera Barat yaitu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang Depitra Wiguna meyakinkan diri untuk disuntik vaksin Covid-19, pada Rabu (20/1/2021) lalu.

“Saya memiliki penyakit jantung, namun terkontrol. Saya selalu rutin melakukan kontrol dan meminum obat. Kalau tidak terkontrol maka tidak bisa untuk divaksinasi,”ujar Depitra Wiguna, Jumat (22/1/2021) melalui telepon.

Lebih jauh dikatakannya, hal yang membuat dirinya yakin untuk divaksin adalah karena penyakit jantungnya itu sudah terkontrol.

Baca juga: Pria Asal Sumbar Cetak Uang Palsu, Dibelikan HP hingga Sepeda Motor

Tak ada efek samping berarti

 

Jika komorbid tidak terkontrol, memang tidak disarankan divaksinasi Covid-19.

“Alasan lainnya adalah saya ini merupakan pejabat pemerintah dan harus memberikan contoh kepada masyarakat. Kemudian dengan divaksin itu memberikan rasa aman kepada saya sendiri dan keluarga serta orang sekitar,”tuturnya.

Setelah dilakukan vaksinasi Covid-19, Depitra mengaku tidak ada mengalami efek samping yang berarti. Dirinya hanya mengalami mengantuk setelah beberapa lama dilakukan vaksinasi.

“Tidak ada efek yang berbahaya. Kalau efek mengantuk itu wajar. Itu memang efek wajar ketika sudah dilakukan vaksinasi,” ujarnya.

Baca juga: Truk Masuk Jurang dan Terbakar di Flyover Kelok 9 Sumbar, Sopir Selamat

Jangan takut divaksinasi

Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak takut divaksinasi. Vaksin Covid-19 tersebut sudah melalui pengujian di BPOM.

Saat dilakukan pengujian tersebut tidak ditemukan efek yang berbahaya kepada penerima vaksin tersebut.

“Jadi masyarakat kita itu ada dua macam. Pertama yang rasional. Mereka hanya mempercayai informasi dari lembaga yang resmi seperti pemerintah. Kedua adalah irasional, mereka mendapatkan informasi dari sumber yang tidak resmi seperti media sosial, kemudian mempercayainya,” sebutnya.

Baca juga: Soal Orang yang Menolak Vaksin karena Tak Percaya Covid-19, MUI: Ini Penyakit, Kita Wajib Berobat

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X