Dinkes Kalbar Tes Swab Antigen Acak Penumpang Kapal dari Kayong Utara

Kompas.com - 22/01/2021, 14:15 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAKepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson

PONTIANAK, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kalimantan Barat ( Kalbar) bakal menggelar tes swab antigen acak terhadap penumpang kapal motor dan speedboat dari Kabupaten Kayong Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menilai, Kabupaten Kayong Utara lemah dalam melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona.

Sehingga, warga daerah yang masuk ke Pontianak atau daerah lain akan diperketat.

“Satgas Covid-19 Kalbar akan memperketat pintu masuk kedatangan penumpang dari Kabupaten Kayong Utara dengan melakukan tes swab antigen acak,” kata Harisson kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Pemilik Sanggar Tari di Bengkayang Kalbar Diduga Cabuli 9 Muridnya

Penumpang yang dimaksud adalah penumpang yang menggunakan kapal motor dan speedboat yang melayani rute Teluk Batang-Pontianak, Sukadana-Pontianak, Teluk Batang-Rasau Jaya, Teluk Melano-Rasau Jaya, Durian Sebatang-Rasau Jaya, Dusun-Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

“Petugas akan disiagakan di Pelabuhan Rasau Jaya, Kubu Raya dan Pelabuhan Senghie Pontianak,” ucap Harisson.

Hasil analisa Satgas Covid-19 Kalbar, Kabupaten Kayong Utara adalah salah satu daerah rawan penularan Covid-19, karena jarang melakukan kegiatan testing dan tracing.

"Untuk keluar dari pandemi atau mengendalikan Covid-19, daerah harus aktif melaksanakan tracing, testing dan treatment, dengan rasio 1 banding 1.000 penduduk,” sebut Harisson.

Baca juga: Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Dengan melakukan tracing, testing dan treatment, Satgas Covid-19 akan mengetahui gambaran pandemi di daerahnya, sehingga memudahkan penanganan dan pemetaan.

"Kalau ada kasus konfirmasi segera diisolasi dan dilakukan treatment atau pengobatan. Dengan demikian penyakit ini tidak menyebar luas. Sementara Kabupaten Kayong Utara, kita tidak bisa mendapatkan gambaran," ungkap Harisson.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X