Patroli di Selat Malaka, Bea Cukai Amankan 17.000 Botol Miras dan 500.000 Batang Rokok Ilegal

Kompas.com - 21/01/2021, 18:57 WIB
Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menangkap lebih dari 17 ribu botol minuman keras illegal dan 500 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukainya. Adapun total barang bukti yang berhasil ditegah yakni senilai Rp 3,3 Milyar dengan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan sebesar Rp 7,5 Milyar. DOK KANWIL DJBC KHUSUS KEPRIKantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menangkap lebih dari 17 ribu botol minuman keras illegal dan 500 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukainya. Adapun total barang bukti yang berhasil ditegah yakni senilai Rp 3,3 Milyar dengan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan sebesar Rp 7,5 Milyar.

BATAM, KOMPAS.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menangkap lebih dari 17.000 botol minuman keras illegal dan 500.000 batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukainya.

Penangkapan itu terjadi dalam dua operasi patroli yang dilakukan di sekitar Selat Malaka, pada paruh pertama Desember 2020.

Adapun total barang bukti yang berhasil ditegah yakni senilai Rp 3,3 miliar dengan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan sebesar Rp 7,5 miliar.

“Barang-barang tersebut diangkut oleh KM Pulau Salju dan satu buah speed boat tanpa nama,” kata Kepala Kantor Kanwil DJBC Kepri Agus Yulianto, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Sosok Haji Permata Pengusaha Batam yang Tewas Tertembak Saat Petugas Bea Cukai Tangkap Pembawa Rokok Ilegal

Melalui sambungan teleponnya, Agus mengaku upaya penangkapan ini tidak berjalan mulus.

Hal itu tergambar pada usaha penangkapan terhadap speed boat yang dilakukan dengan cara pencegatan dan pengejaran, Selasa (15/12/2020) dini hari kemarin.

Diceritakan Agus, saat dilakukan pengejaran, Satuan Tugas Patroli Bea dan Cukai telah memberi isyarat berupa lampu sorot dan sirine kepada speed boat tersebut untuk berhenti.

Namun speed boat tersebut tidak kooperatif dan tetap berusaha untuk melarikan diri.

Baca juga: Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Tembakan peringatan tak mempan

Kondisi tersebut memaksa satuan tugas Bea Cukai untuk melepaskan tembakan peringatan ke udara sebagai isyarat terakhir agar speed boat berhenti.

Namun bukannya berhenti, speed boat tersebut justru melakukan manuver berbahaya yang mengakibatkan tabrakan antara speed boat dengan Unit Patroli Bea dan Cukai Kepri.

“Tabrakan mengakibatkan kerusakan terhadap kedua unit kapal, sehingga keduanya tidak dapat melaju lagi,” terang Agus.

Melihat kesempatan tersebut, unit lain dari Satuan Tugas Patroli Bea dan Cukai langsung melakukan pengamanan terhadap speed boat beserta dengan muatan dan Anak Buah Kapal (ABK).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X