Sepekan Lebih PPKM, Kota Magelang Masuk Zona Oranye Covid-19

Kompas.com - 21/01/2021, 17:23 WIB
Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kota Magelang. Dok. Prokompim Kota MagelangOperasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kota Magelang.

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) sudah lebih dari sepekan diterapkan di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaporkan terjadi peningkatan skor indikator epidemiologi dari semula 1,75 menjadi 1,93 pada kurun waktu tersebut.

"Terjadi peningkatan skor indikator epidemiologi pada minggu pertama PPKM, dari semula 1,75 (zona merah), menjadi 1,93 ( zona oranye)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Magelang, Yis Romadon, dalam keterangan pers tertulis yang diterima Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Walkot Magelang soal PPKM: Semua Maksudnya agar Rakyat Selamat

Indikator epidemilogi merujuk pada kecenderungan kasus positif Covid-19, meninggal dunia, suspek dan pasien isolasi.

Zona oranye artinya Kota Magelang masih memiliki risiko penularan kategori sedang.

Dijelaskannya, pada minggu pertama PPKM hampir semua atau 17 kelurahan di wilayah ini memiliki risiko penularan sedang, kecuali Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, yang risiko tinggi.

Sedangkan, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, memiliki risiko rendah.

"PPKM memang belum memberikan hasil yang diharapkan. Risiko penularan Covid-19 di Kota Magelang masih kategori sedang, dan belum menunjukkan risiko rendah," kata Yis.

Data per 21 Januari 2021, pukul 12.00 WIB, akumulasi kasus konfirmasi positif Covid-19 berada di angka 1.580, meliputi pasien dirawat 41, isolasi 173, sembuh 1.289 dan meninggal dunia 78.

Selama PPKM, pihaknya telah menambah capaian pemeriksaan spesimen polymerase chain reaction (PCR) yakni sebanyak 839 spesimen pada pekan pertama PPKM, atau 705 persen dari target.

Baca juga: Sultan HB X soal Perpanjangan PPKM: Tak Ada Pilihan Lain, Kita Juga Perpanjang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Regional
Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Regional
Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Regional
Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Regional
Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Regional
Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Waswas Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Waswas Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa Rp 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa Rp 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X