Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turis Slovakia Dibunuh Mantan Pacar, Motif Pelaku Sakit Hati Diputus Korban

Kompas.com - 21/01/2021, 16:01 WIB
Kontributor Banyuwangi, Imam Rosidin,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan seorang warga negara asing (WNA) asal Slovakia, Andriana Simeonova (29).

Korban ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur, Denpasar, pada Rabu (20/1/2021).

Kepala Polresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, tersangka berinisial LP, asal Sorong, Papua Barat, yang merupakan eks pacar korban.

Adapun motif pembunuhan tersebut karena tersangka sakit hati dengan korban akibat diputuskan.

Baca juga: Bule Slovakia Tewas di Bali dengan Luka Tusuk di Leher, Diduga Dibunuh

"Tersangka sakit hati karena diputus korban. Kemudian minta balikan (pacaran lagi) ditolak," kata Jansen, di Markas Polsek Denpasar Selatan, Kamis (21/1/2021).

Jansen menuturkan, pelaku awalnya berkenalan dengan korban sekitar tiga tahun lalu.

Keduanya kerja di salah satu resort di kawasan Raja Ampat, Papua.

Korban sebagai manajer sementara tersangka pengemudi kapal cepat. Mereka lalu dekat dan menjalin hubungan asmara.

Kemudian, awal 2020 keduanya berpindah ke Bali.

Setahun di Bali, hubungan mereka renggang dan akhirnya putus sebulan lalu.

"Tersangka diputuskan karena sering mabuk-mabukan," kata Jansen.

Tersangka kemudian mencoba meminta maaf dan meminta pacaran lagi sebanyak dua kali. Namun, selalu ditolak.

Lalu, pada Senin (18/1/2021) tersangka kembali meminta maaf ke rumah korban. Namun, kembali ditolak dan diusir.

Baca juga: Pernah Terkonfirmasi Positif, Wali Kota Denpasar dan Wakilnya Tak Disuntik Vaksin Covid-19

Tersangka marah dan menusuk korban tepat di lehernya hingga ditemukan tewas. Pisau tersebut sudah dibawa pelaku dari tempat tinggalnya.

Pelaku lalu pergi meninggalkan korban. Setelah itu mayat korban ditemukan oleh temannya dan dilaporkan ke polisi pada Rabu (20/1/2021) pagi.

Polisi kemudian menangkap pelaku di tempat kerjanya di kawasan Tanjung Benoa.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com