Tiga Warga Indramayu Tertangkap Akan Jual Perempuan ke Arab Saudi Via Malaysia

Kompas.com - 21/01/2021, 10:38 WIB
Kepolisian Majalengka, Jawa Barat, saat gelar perkara mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Mapolres Majalengka, Rabu (20/1/2021). KOMPAS.com/ALWIKepolisian Majalengka, Jawa Barat, saat gelar perkara mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Mapolres Majalengka, Rabu (20/1/2021).

MAJALENGKA, KOMPAS.com - Praktik tindak pidana perdagangan orang dengan modus pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) di Majalengka, Jawa Barat, berhasil dibongkar petugas kepolisian setempat. Tiga orang ditangkap dan langsung jadi tersangka.

Tiga tersangka tersebut yakni AM, AS dan S, warga Indramayu, Jawa Barat.

Ketiganya ditangkap terbukti hendak memberangkatkan seorang perempuan berinisial IN (20), warga Majalengka, Jawa Barat, ke Arab Saudi dengan cara ilegal.

Kasat Reskrim Polres Majalengka AKP Siswo DC Tarigan, mengungkapkan sebelum ke Arab Saudi korban diberangkatkan ke Malaysia.

Baca juga: Di Batam, 12 Calon TKI Ilegal Diselamatkan, Ditawari Kerja di Dubai dan Singapura dengan Gaji Rp 6 Juta

Gagal berangkat ke Saudi via Malaysia gara-gara pandemi

Namun karena pandemi Covid-19 korban dipulangkan dan batal berangkat ke negara tujuan tersebut. 

"Korban gagal berangkat (ke Malaysia) karena pandemi ini. Akhirnya pada bulan November korban dipanggil lagi namun diberangkatkan ke Arab Saudi bukan ke Malaysia. Di Saudi korban hendak diberangkatkan dengan dokumen palsu," terang Siswo, Rabu (20/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirinya menjelaskan, pihaknya mengungkap praktik tersebut, berdasarkan laporan keluarga korban ke kepolisian pada 27 Desember 2020.

Pihak kepolisian lalu melakukan pendalaman dan menangkap ketiganya sebagai tersangka. Para tersangka tersebut di antaranya perempuan.

Baca juga: TNI Kembali Gagalkan Penyelundupan 20 Warga Rohingya

 

Korban melapor ke keluarga

Selain itu, jelas Siswo, pada 24 Desember 2020 salah satu tersangka juga sempat datang ke rumah korban.

Tujuan tersebut dimaksudkan kata Siswo meyakinkan keluarga untuk korban berangkat ke Arab Saudi.

"Namun ketika di penampungan korban malah dipekerjakan masak-masak untuk jualan nasi di warung. Di warung tersebut korban mendengar hendak diberangkatkan ke Arab Saudi dengan dokumen dipalsukan sehingga korban melaporkan kepada keluarga," jelas Siswo.

Ketiga tersangka tersebut, kini terancam Undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 15 tahun.

Baca juga: 12 TKI Ilegal Diselamatkan dari Upaya Penyelundupan ke Luar Negeri

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X